CHIEF operation Bulutangkis Asia, Saw Chit Boon membantah bahwa tim-tim di kawasan Asia harus disalahkan atas penundaan Piala Thomas serta Uber, menyusul serangkaian penarikan karena ketakutan akan virus covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Boon, setelah adanya pemberitahuan di Denmark yang menanggap penarikan mundur negara-negara asia dari kompetisi tersebut merupakan hal yang egois.

Boon mengatakan tim-tim Asia itu tak berusaha untuk mempersulit keadaan, secara melakukan penarikan itu.

“Saya pikir tersebut adalah hak dan hak privilese setiap negara peserta untuk menetapkan apakah mereka ingin pergi buat bertanding atau tidak, ” katanya dalam sebuah acara di Kuala Lumpur.

“Banyak hal yang harus diperhatikan, karena setiap negara memberlakukan SOP (standar prosedur operasional), aturan & ketentuan yang berbeda bagi warganya yang bepergian ke luar kampung, ” imbuhnya.

Indonesia, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, dan Australia semuanya mengundurkan diri sebelum kejuaraan beregu dunia anak dan putri yang akan dimulai kembali bulan depan, ditunda untuk ketiga kalinya.

Federasi Bulu Tangkis Negeri (BWF) mengatakan keputusan dilakukannya janji dikarenakan tidak adanya tingkat perlombaan yang cukup tinggi bila turnamen tersebut tetap dilanjutkan, mengingat Banyak pemain top dunia berasal dibanding Asia.

“Jadi saya tidak berpikir ini tentang negara-negara Asia yang menjadikan diri hanya untuk mempersulit peristiwa peserta negara lain, ” ucap Boon.

“Klaim ini muncul karena Denmark kebetulan menjadi tuan rumah. Akankah hal yang sama berlaku kalau sebuah negara Asia menjadi majikan rumah acara tersebut?, ” sebutnya.

Diketahui, turnamen Bulu tangkis internasional sudah ditahan sejak Maret karena pandemi. Denmark Terbuka bulan depan adalah satu-satunya acara tingkat atas yang dikonfirmasi akan tetap digelar tarikh ini.

Piala Thomas dan Uber saat ini telah ditunda tiga kali, & kemungkinan tidak akan berlangsung pra tahun depan.

Petenis nomor tiga negeri Denmark Anders Antonsen memperingatkan kalau olahraga itu akan “layu serta mati” jika turnamen tidak segera digelar.

“Apakah kita hanya duduk-duduk menunggu vaksin datang sebelum bulu membalas dapat dimulai lagi?, ” tulisnya di akun media Instagram pribadinya.

“Buatlah pengaturan terbaik dan teraman semampu Anda, kemudian jalankan turnamen siapa pun yang hadir. Jika tidak, olahraga ini akan layu & mati, ” tukasnya. (AFP/OL-4)