PEMERINTAH Provinsi Bali berhubungan seluruh stakeholder pariwisata saat itu sedang merancang dan menyusun skema re-opening pariwisata yang saat ini sedang terpuruk akibat pandemi covid-19. Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati yang akrab disapa Cok Ace saat bertukar lewat video conference bersama Besar Staf Kepresidenan RI Moeldoko dengan dimotori oleh Asosiasi Masyarakat Ingat Pariwisata (Masata) Bali, Jumat (15/5).

Menurut Cok Ace,   jumlah anjangsana wisatawan ke Bali mencapai 40% dari total seluruh kunjungan ke Indonesia. Hal ini bisa dipahami meningat Bali memiliki daya renggut keindahan alam, keunikan masyarakat serta terpenting budaya yang masih karib pada keseharian masyarakat Bali. Zona pariwisata merupakan lokomotif perekonomian Bali.   Tercatat tahun 2019 merupakan tahun keemasan wisata Bali, pengembangan kunjungan mencapai 12 % sama. Bahkan perbandingan Januari 2019 secara Januari 2020 peningkatan mencapai 20%.

Pemerintah langsung mendukung penyiapan infrastruktur penyangga wisata Bali seperti perluasan Bandara Ngurah Rai, shortcut menuju Bali utara, tol Denpasar-Gilimanuk dan yang lain, guna menyongsong wisata Bali di tahun 2020. Peningkatan kunjungan tersebut menjadi lahan yang sangat fantastis dan sangat menjanjikan. Jika dilihat dari fasilitas akomodasi, kamar yang tersedia di Bali sekitar 146 ribu. Jika asumsi tingkat tempat mencapai 80%, Bali bisa kaya rencana tahun sebelumnya mampu menampung   hingga 8, 2 juta wisatawan.  

“Namun semenjak merebaknya pandemic Covid-19, Bali yang bertumpu di pariwisata paling terdampak. Catatan BI pertumbuhan ekonomi Bali saat ini minus 1, 24%, yang terburuk yang pernah dialami Bali sebab 70% PDRB Bali tergantung di pariwisata, ” urainya.

Di tengah terpuruknya ekonomi Bali, Pemerintah bersama asosiasi Bali berhasil mengendalikan dan memukul penyebaran covid-19 dengan baik. Periode peningkatan penyebaran sudah terlewati. Era ini Bali sudah memasuki periode landai, tingkat kesembuhan sudah mulai lebih banyak daripada yang terkena. Untuk saatnya Bali mulai menyusun kembali pariwisata, berencana dengan berbagai skema re-opening pariwisata.  

Guna membikin kembali wisata Bali, perlu mengindahkan trend pariwisata pasca Covid-19. Sepertinya selama penyebaran wabah, masyarakat di kota-kota besar selama sekian kamar dipaksa oleh keadaan untuk melaksanakan work from home (WFH), menelaah dari rumah dan pembatasan yang lain yang cenderung membuat jenuh dan perasaan tertekan  karena hanya beruang di lingkungan rumah. Hal itu pun menimbulkan keinginan baru di masyarakat di kota-kota besar untuk dekat dengan alam, tinggal di villa-villa pedesaan, berwisata alam, yang menjadi harapan bagi sektor turisme.  

baca juga:   Prambanan Borobudur Siap Dibuka Dengan Protokol Baru

“Bali saat ini pantas menyusun protokol kesehatan pasca Covid-19 guna menuju pariwisata baru yang akan dituju. Menyongsong rencana yang sebelumnya dalam kondisi tidak lazim menjadi normal dimasa yang mau datang, guna menyambut wisatawan dan reopening pariwisata Bali, ” ujarnya.

Nantinya ada tiga hal yang diterapkan oleh Pemprov Bali pasca covid-19, yaitu masalah kebersihan, kesehatan dan keamanan. Langkah ini diharapkan mampu diterapkan daerah lain. (OL-3)