TIONGKOK menuduh Amerika Serikat (AS) memiliki motif tersembunyi ketika mengirim dua kelompok kapal induk ke Laut China Selatan yang disengketakan.

Dikutip South China Morning Post (SCMP), media pemerintahnya melaporkan bahwa Beijing siap menghadapi tantangan Washington. Tukang bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian, Senin (6/7), mengatakan  situasi di Laut China Daksina stabil.

“AS sengaja mengirim militer untuk latihan skala besar di Bahar China Selatan dan untuk memamerkan kekuatannya. Mereka memiliki motif tersembunyi. AS menciptakan  perpecahan di kurun negara-negara di kawasan ini serta membuat militerisasi Laut China Selatan, ” ujarnya seperti dilansir SCMP.

Siasat AS itu dilakukan beberapa hari setelah Tiongkok memulai latihan dengan berlangsung dari Rabu lalu tenggat Minggu di dekat Kepulauan Paracel yang disengketakan.   AS sudah mengirim dua kapal induk, USS Ronald Reagan dan USS Nimitz, ke perairan yang disengketakan untuk latihan militer sejak Sabtu. Kejadian ini bersamaan dengan latihan  dengan diadakan Tiongkok di wilayah itu.

“Mereka telah melihat kita dan kita telah melihat mereka. Kami mempunyai harapan bahwa kami akan tetap memiliki interaksi yang profesional dan aman. Kami beroperasi di segara yang sangat padat, banyak lalu  lintas laut dari segala jenis, ” kata Laksamana Muda James Kirk dari Nimitz.

Laksamana Muda George Wikoff, Komandan Strike Group USS Ronald Reagan, mengatakan latihan tersebut bertujuan menjaga  keamanan regional. “(Latihan) menunjukkan sinyal yang jelas kepada para mitra dan sekutu kami bahwa kami berkomitmen terhadap keamanan dan stabilitas regional, ” ungkapnya dalam suatu wawancara.

Wikoff menolak menunjukkan area di mana operator bakal beroperasi. Dia mengatakan latihan-latihan terbaru AS ialah tanggapan bukan di dalam latihan Tiongkok, melainkan terkait meningkatnya ketegasan militer Beijing di kawasan itu. (Van/SCMP/I-1)