INDUSTRI pakaian adalah salah satu industri paling berpolusi di negeri. Bagaimana pakaian kita diproduksi berdampak besar terhadap lingkungan, terkait dengan bahan, sumber daya, proses pengerjaan, hingga limbah yang dihasilkan.

Sejumlah praktik kini muncul untuk membantu konsumen menemukan produk fesyen yang menunjang gaya hidup berkelanjutan dan berbelanja secara sadar.  

1. Good on You

Aplikasi ini mengurasi sejumlah merek fesyen yang dipercaya berproduksi dan beroperasi dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

Merek-merek akan diberikan peringkat berdasar seberapa  ‘hijau’ operasi bisnis mereka. Indikator yang dirincikan dalam aplikasi antara lain penerapan bahan ramah lingkungan, komitmen tiap perusahaan menurunkan emisi gas vila kaca, pengelolaan pekerja, dan peredaran hemat air yang diterapkan perusahaan.

Kamu dapat memeriksa langsung peringkat tanda produk saat berbelanja, menemukan sebutan mode yang etis dan terus-menerus dari seluruh dunia. Basis keterangan mereka mencakup lebih dari 2. 000 merek fesyen.

Mereka memberikan nilai per kategori dan skor total untuk setiap merek. Merek diberi peringkat ‘Kami Menghindari’, ’Tidak Pas Baik’, ’Ini Awal’, ’Baik’, & ‘Hebat. ’ Nantinya bila Anda mengeklik pada merek yang mereka  tampilkan, akan tertaut pada posisi resmi dari setiap jenama terpaut.

Pelaksanaan yang mendaulat aktris Emma Watson sebagai representasi itu menyertakan artikel, kiat, wawancara, dan panduan tentang fashion yang etis dan terus-menerus terkini.

2. Renoon

Pelaksanaan yang hadir di 19 negara di Eropa ini mengajak konsumen untuk berperilaku etis dalam memandang material pakaian. Mode busana dengan berkelanjutan diusung dalam ribuan keluaran dan ratusan merek di penerapan Renoon  sesuai dengan nilai-nilai yang dianut konsumen dalam menjaga ketenteraman Bumi.

Material barang-barang yang mereka tawarkan telah disaring hanya yang dibuat dengan daur ulang atau cara inovatif, seperti dari kapas organik, rami, kulit vegan,   kasmir regenasi, nilon daur ulang, kapas daur ulang, dan poliester masa ulang.

Anda dapat memulai pencarian dan petualangan pada fesyen berkelanjutan. Kumpulan pakaian misalnya dihargai mulai sebab 15 euro (Rp246 ribu) untuk kaus, hingga 2. 500 euro (Rp41 juta) untuk jaket. Namun, untuk saat ini produk dan merek yang mereka sajikan cuma tersedia bagi perempuan dan gender netral.

3. Style Theory

Dilansir dari blog mereka, infi nite. styletheory. co, mereka menekankan keberlanjutan selalu menjadi nama usaha Style Theory dan merupakan inti dari model langganan yang mereka usung.

‘Sama seperti kita suka berdandan, itu tidak boleh membosankan, tak boleh semahal itu dan menjadi sia-sia’, demikian tertulis dalam website.

Style Theory merupakan perusahaan sewa-menyewa pakaian  dan tas bermerk yang berpusat di Singapura. Untuk menyelamatkan baju dari mencapai tempat pembuangan kotor sebelum waktunya, Style Theory pula bermitra dengan mitra gaya tumbuh berkelanjutan demi membuat  perbedaan & mengurangi jejak karbon.

Mereka menyebut usaha mereka sebagai lemari pakaian  minus batas (The Infi nite Wardrobe) yang memberi kebebasan kepada konsumen untuk menyewa busana lebih lantaran 200 merek desainer dari Paris, New York, London, dan lainnya.

Konsumen dapat menyewa tiga pakaian sekali lalu. Semua  pakaian akan tiba di dalam kondisi terbungkus dry-cleaning  press dan siap pakai. Konsumen juga diberi keleluasaan
untuk berlangganan bulanan.

4. Lyfcycle

Perusahaan Lyfcycle tidak semata-mata didorong oleh misi untuk memberikan produk bernilai tinggi dengan harga terjangkau, melainkan memberikan busana yang berkelanjutan, yang tidak menyengsarakan Bumi.

Aplikasi pelacak Lyfcycle hadir buat memungkinkan dampak positif dan memajukan perubahan yang sangat dibutuhkan di perilaku belanja dan manufaktur.

Mereka hidup sama dengan peritel dan tanda online untuk membantu menciptakan dan mencari pakaian yang berkelanjutan, tengah juga menyediakan alat untuk  cara tersebut agar dapat dilacak sepenuhnya.

Sejenis membuka aplikasi ini, Anda akan diminta untuk memindai kode QR yang ada pada baju. Harapannya, agar Anda bisa menelusuri bagian apa saja yang ada dalam pakaian Anda serta mengetahui sebab mana semua elemen itu berpangkal.

Peristiwa ini juga untuk mendorong para peritel melakukan perubahan positif dan menjadikan masa depan mode yang transparan. Selain menampung dan mendaur ulang pakaian,   mereka pula menyarankan beberapa opsi bagaimana Kamu bisa melakukan aksi serupa, jarang lain  menyumbangkan ke toko pemberian, menyumbangkannya kepada komunitas tertentu, ataupun mengubahnya menjadi bentuk lain, misalnya potongan-potongan kain dipilin untuk menjelma keset ataupun barang berguna asing di rumah. (Try/M-2)