DI DALAM Ramadan yang berkah serta mulia ini banyak terdapat pesan dan anjuran memperbanyak amal. Berbagai anugerah kebaikan dan pahala dilipatgandakan.

Terkait dengan hal itu, pendakwah Ustaz Jamil Azzaini menerangkan sebuah kisah populer mengenai dua ahli ibadah. Itu masing-masing fokus beribadah semasa 80 tahun dan 500 tahun.

“Saat keduanya mendalam surga, ternyata bukan sebab amalnya, melainkan disebabkan balasan dan kasih sayang Allah SWT, ” tuturnya kepada  Media Indonesia , kemarin.

Jamil lalu menyebutkan hadis Rasulullah SAW dari riwayat Al-Bukhari dan Muslim. “Mendekatkan dirilah kalian kepada Allah dan luruslah di dalam beramal. Ketahuilah bahwa seseorang tidak akan selamat (masuk surga) hanya dengan amal-amalnya. ”

Dalam sebuah riwayat lain, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW. “Engkau juga tidak bisa meresap surga hanya dengan amal-amalmu, ya, Rasulullah? ” Rasul menjawab, “Saya juga tak, kecuali Allah SWT memberikan rahmat-Nya. ”

“Jadi, menetapkan diingat, yang terpenting bukanlah berlomba memperbanyak amal, memperbedakan berlomba mendapat rahmat lantaran Allah SWT, ” logat Jamil yang juga  founder   Perguruan tinggi Trainer dan Tahfizh Leadership itu.

Lantas bagaimana kita berpeluang mendapatkan rahmat Tuhan SWT? Jamil mengungkapkan tentu syarat utamanya ialah percaya dan bertakwa kepada Allah secara lurus dan total. Dengan kata lain, tumbuh kita selalu hanya pokok kepada Allah.

Selain kondisi utama tersebut, kata Jamil, masih ada hal asing yang bisa kita kerjakan untuk merayu Allah SWT agar mendatangkan rahmat-Nya kepada kita.

Dia mengutip sebesar pesan yang termaktub di Alquran tentang perbuatan indah yang mendapat rahmat Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Pertama, sebut Jamil, banyaklah berbuat kebaikan. Perbuatan baik, apa pula yang dilakukan, ternyata menjadi jalan bagi datangnya kebaikan Allah SWT. “Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan, ” begitu bunyi Surah Al-Araf ayat 56.

Di dalam sebuah kisah, turunnya balasan Allah karena perbuatan baik itu dialami seorang hawa setelah dirinya memberi minum seekor anjing.

“Banyak ragam perbuatan baik yang mampu dilakukan, seperti memberi mamah orang yang berbuka, memberdayakan orang, menanam pohon, serta memberi makan binatang, ” imbuh Jamil.

Menginginkan ampun

Selain melakukan baik, memohon ampun pada Allah dapat mendatangkan rahmat-Nya, seperti yang ditegaskan Allah dalam firman-Nya pada Surah An-Naml ayat 46.

“Karena itu, agar kita memiliki rahmat dari Allah, bersegeralah minta maaf dan bertaubat setelah berbuat salah atau perbuatan maksiat yang dilarang, ” kata Jamil.

Ia melanjutkan, masih ada cara lain untuk mendapatkan kebaikan Allah, yakni menyerukan kebaikan dan mencegah orang asing berbuat dosa dan maksiat. Menurutnya, profesi sebagai penyeru kebaikan itu banyak ragamnya, bisa juga  trainer   dan inspirator di dalamnya.

Soal tersebut Jamil merujuk pada Surah At-Taubah ayat 71, ‘Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka meminta (berbuat) yang makruf, & mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka mau diberi rahmat oleh Allah’.

“Jadi, silakan berlomba melipatgandakan amal di Ramadan. Namun, jangan lupakan hal dengan lebih penting, yaitu berburu mendapatkan rahmat dari Allah SWT, ” tandasnya. (H-2)