DAMPAK pandemi Covid-19 dirasakan semesta lapisan masyarakat di berbagai bagian dunia, tak terkecuali rakyat Palestina.

Sama dengan disampaikan oleh  United Nations Conference on Trade and Development   (UNCTAD), Palestina gawat mengalami resesi yang jauh lebih buruk dibandingkan negara lain akibat virus ini. Terlebih lagi, rakyat Palestina memiliki keterbatasan akses obat, vaksin, dan makanan yang benar dibutuhkan.

Mempertahankan komitmen dalam membantu peningkatan kapasitas fungsi regulator Palestina menggunakan program Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS), Badan Pengawasan Obat dan Sasaran (BPOM) menyelenggarakan kegiatan  Virtual Training  bertema   “Indonesian FDA’s Support for the Establishment of an Independent Palestinian Food and Drug Authority” , Senin (23/11).

Kegiatan yang berlangsung dengan virtual selama tiga  hari dalam 23-25 November 2020  dibuka Kepala BPOM Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP dan dihadiri Gajah Kesehatan Palestina, Dr. Mai Al-Kaila dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Dr. Desra Percaya, Balai Besar/Balai POM, kementerian/lembaga (K/L) terkait serta 20 peserta pelatihan dari Departemen Kesehatan Palestina.

“Situasi pandemi Covid-19 masa inilah yang melatarbelakangi dukungan taat kami dalam memberikan bantuan teknis kepada Otoritas Regulator Palestina buat meningkatkan sistem pengawasan Obat serta Makanan di Palestina, ” membuka Kepala BPOM Penny K. Lukito dalam sambutannya.

“Dukungan ini sekaligus ialah upaya kami dalam mengimplementasikan Jadwal Aksi hasil pertemuan Otoritas Regulatori Obat Negara Anggota OKI dalam tahun 2018 di Jakarta. Yakni mendorong terciptanya  National Medicine Regulatory Authorities   (NMRAs) yang mandiri dengan memberikan sandaran untuk memperbaiki sistem regulasi serta meningkatkan efektivitas fungsi regulasi, ” lanjut Kepala BPOM.

Virtual training  ini diselenggarakan untuk meneruskan komitmen BPOM dalam membantu peningkatan kapasitas fungsi regulator Palestina melalui program Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) yang merupakan Program Prioritas Pendirian Nasional (Pro PN).

Program ini telah dilaksanakan secara berkelanjutan selama dua tahun berturut-turut sejak tahun 2018. Pada tahun ketiga ini peningkatan kapasitas difokuskan pada persiapan Negeri Palestina dalam membangun  Regulatory Authority  yang  independent  dalam bidang obat dan makanan.

Menkes  Palestina, Dr. Mai Al-Kaila menyampaikan apresiasinya atas usulan BPOM mengenai  redesign   pelaksanaan kegiatan pelatihan dengan menunggangi teknologi informasi dalam format  virtual   guna membantu kemandirian pembentukan Dominasi Regulatori Obat dan Makanan Palestina di masa pandemi Covid-19 itu.

“Kegiatan ini merupakan salah satu penghampiran penerapan strategi perkuatan kapasitas dan dorongan untuk mendukung akses obat dan makanan dalam menghadapi pandemi Covud-19 di Palestina. Hal ini sejalan dengan prioritas Palestina pada bidang kesehatan, tertuang dalam  National Policy Agenda of the State of Palestine Year  2017 – 2022, yaitu  Quality Health Care for All , ” jelasnya.

Dalam kerangka KSS, Indonesia khususnya Badan POM memfokuskan pelatihan pada peningkatan kapasitas fungsi regulatori di bidang pengawasan obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetika dan makanan untuk peningkatan kompetensi regulator obat dan makanan di Palestina.

Pelatihan ini dilaksanakan secara sejajar yang terdiri dari pelatihan dengan topik di bidang obat ,   obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik dan pangan serta pengujian (laboratorium). Pelatihan diakhiri secara evaluasi, penyampaian pandangan dan informasi dari peserta.

Melalui  virtual training   ini, Kepala BPOM berharap peserta regulator Palestina menebus pengetahuan sehingga dapat berkontribusi dalam tujuan pembentukan Otoritas Regulator Obat dan Makanan Palestina yang Swasembada.

“Hal ini merupakan tugas berat, kalau dilakukan secara terpisah dan tanpa upaya kolaboratif. Untuk itu, seluruhnya lagi kami tekankan Badan POM terus mendukung Palestina, termasuk menolong pembentukan Badan Pengawas Obat serta Makanan Palestina yang independen, ” tutup Penny. (RO/OL-09)