LIGA Jerman terancam tidak mampu kembali bergulir akibat adanya pemeran Dynamo Dresden yang terinfeksi virus korona (covid-19).  
Dynamo Dresden merupakan penghuni Bundesliga 2 atau liga kasta di lembah Bundesliga. Sabtu (9/5), Dynamo Dresden memutuskan untuk tidak tampil melawan Hannover pada akhir pekan itu. Klub melaporkan ada dua tambahan kasus virus korona dan menggugat
seluruh pemain dan staf menjalani karantina selama 14 hari.

“Dalam beberapa pekan terakhir, kami sudah melakukan upaya besar, baik di hal personel dan logistik, buat secara ketat  menerapkan semua tindakan medis dan higienis yang ditentukan, ”  kata Direktur Olahraga Dresden Ralf Minge dilansir dari AFP.

“Kami berhubungan dengan otoritas kesehatan yang bertanggung  jawab dan DFL (operator sepak bola Jerman). Faktanya kami tidak dapat berlatih atau berpartisipasi dalam permainan dalam 14 hari ke depan. ”

Kasus di Dresden kini menjadi yang kedua untuk Liga Jerman. Pada pekan morat-marit, dua pemain dan satu staf klub Cologne yang tampil dalam Bundesliga juga dilaporkan tertular sebab korona. Kemunculan kasus di Dresden tentu akan memunculkan kekhawatiran terakhir jelang
dimulainya Liga Jerman pada Sabtu (16/5).

Padahal, Liga Jerman merupakan kompetisi sepak bola pilihan pertama di Eropa yang beriktikad untuk memulai lagi musim ini. Namun, CEO DFL Christian Seifert menilai tidak ada yang menetapkan dirisaukan dengan absennya Dresden. Menurutnya, situasi sekarang tidak bisa memproduksi siapa pun mempertanyakan kelanjutan musim ini.

“Bagi saya, ini bisa terjadi. Kita di awal dimulainya kembali (kompetisi), ” ujar Seifert yang mengatakan Bundesliga ditarget rampung 30 Juni.

“Banyak pemain yang kontraknya akan berakhir. Jadi, kami ingin laga bisa dimainkan sebanyak mungkin pra batas akhir, ”  pungkasnya.

Kasus baru

Selain di Jerman, pemain sepak bola yang membuang di Inggris juga diberitakan membangun korona. Adalah pemain Brighton, asosiasi Liga Primer Inggris, yang disebutkan tertular setelah mengikuti tes kesehatan tubuh akhir pekan lalu.

Kepala Eksekutif Brighton Paul Barber mengonfirmasikan ada pemainnya yang positif terinfeksi, tetapi tidak merinci identitasnya. Pemain itu menj adi yang ketiga dari Brighton  yang tertular. Sebelumnya, dua pemain dinyatakan positif setelah  dites di dalam Maret dan April.

“Terlepas dari semua tindakan yang telah kami lakukan selama beberapa pekan terakhir, dengan para pemain belum terlibat dalam pelatihan signifi kan, kami masih mendapati pemain lain yang tersentuh covid-19, ” kata Barber.

Pengumuman urusan baru tersebut juga akan membuat tanda tanya apakah Liga Primer akan kembali berlanjut pada pekan depan. Pihak klub akan bertemu pada Senin (11/5) untuk membahas lebih lanjut ‘project restart’ yang merupakan rancangan langkah memulai lagi sayembara.  

Dari Portugal, tiga pemain Vitoria Guimaraes juga dilaporkan terinfeksi. Pihak klub mengonfi rmasikan hal tersebut dan  mengatakan ketiganya tidak membuktikan gejala. (Skysports/Dailymail/R-3)