MANCHESTER City diyakini tidak mempunyai daya gedor untuk menjuarai Asosiasi Primer Inggris musim ini. Penilaian itu disampaikan analis sepak bola Roy Keane dan dilontarkannya sesudah City gagal meraup poin lengkap dari Liverpool dalam lanjutan Gabungan Primer, kemarin dini hari WIB. Kedua tim yang berlaga di Stadion Etihad hanya mengakhiri perlombaan dengan skor 1-1.

Gol pertama diciptakan Liverpool pada menit ke-13 menggunakan titik kotak penalti, sedangkan gol bagi tuan rumah disumbangkan Gabriel Jesus pada menit ke-31.

“Saya mengecap musim ini akan sangat suram bagi City untuk memenangi federasi. Tidak mungkin mereka mampu mempertahankan apa yang mereka lakukan besar atau tiga tahun lalu, sejenis juga dengan Liverpool, ”  ungkap Keane sebagaimana dilansir Sky Sports .

Keane menilai kedalaman pasukan Guardiola tidak cukup di untuk City tampil kompetitif musim ini. Dia juga mengatakan City tengah krisis striker. “Anda kudu memiliki kedalaman tim, khususnya masa Anda mengharapkan untuk menantang seluruh piala  utama, ” sambung Keane.

Sementara itu, pelatih the Citizens Pep Guardiola menganggap hasil yang didapat karena padatnya jadwal pertandingan. Namun, lantaran laga yang sudah dijalani, menurutnya, itu pertandingan bagus. “Hasil cahaya cukup adil bagi kedua tim, ” kata Guardiola.

Juru taktik Liverpool Juergen Klopp juga senada secara Guardiola. Dia mengatakan pertandingan sangat istimewa. Begitu juga dengan gaya yang tersalurkan di Etihad. “Kami memiliki banyak peluang serangan balik, nyatanya kami tidak menyelesaikannya dan itu sedikit memalukan, ” cakap Klopp.

Di tempat terpisah, Arsenal yang menjamu Aston Villa di Gelanggang Emirates dipermalukan karena kalah 0-3. Keunggulan tim tamu bermula ketika Bukayo Saka membuat gol pati padam diri pada menit ke-25. Arsenal benar-benar kalah ketika dua gol yang dicetak Ollie Watkins pada menit ke-72 dan ke-75 patah pucuk dibalas.

Manajer Arsenal Mikel Arteta seusai pertandingan mengatakan dirinya hanya mau melihat bagaimana skuadnya bereaksi berasaskan kekalahan tersebut.  

Pertahanan lemah

Di Spanyol, Real Madrid juga tumbang karena kalah 1-4 dari  Valencia dalam laga tambahan La Liga Spanyol, kemarin pra hari WIB. Satu gol bunuh diri dan tiga gol sejak titik putih menjadi pengalaman kelam bagi tim ibu kota Spanyol itu. Pelatih Los Blancos Zinedine Zidane mengaku bertanggung jawab sempurna atas kekalahan tersebut. Zidane membuktikan bila ada pihak yang harus disalahkan itu ialah dirinya.

“Tiga hukuman dan gol bunuh diri itu sudah keterlaluan. Ini adalah kesalahan saya karena saya adalah penyuluh dan saya harus mendapatkan solusinya. Saya tidak dapat membenarkan barang apa yang terjadi. Ini hari dengan buruk dan tidak ada alasanuntuk itu, ”  tutur Zidane.

“Kami kudu meningkatkan pertahanan, musim lalu ana sangat solid di belakang & itu yang harus kami perbaiki. Jika kami tidak solid pada pertahanan keseimbangan tim akan berantakan, ” imbuh mantan pemain Real Madrid tersebut.

Zidane menilai setelah penyama kedudukan oleh Valencia, momentum pertandingan berubah daan pertandingan ini diakuinya memang pertandingan yang sulit.

“Saya tidak merasa Valencia unggul secara cara dari kami. Kami memulai dengan baik, tetapi semuanya berubah sesudah gol penyeimbang. Ini sulit dipahami, tetapi benar tanggung jawab penuh ada pada saya, ” kata Zidane. (Goal/R-3)