Kawasan Pabrik (KI) Kuala Tanjung membutuhkan pertolongan penuh dari pemerintah. Sehingga pengembangan proyek dapat dipercepat, termasuk arah pembebasan  lahan hingga penerbitan kerelaan.

Penasihat Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Dani Rusli Utama melahirkan pengembangan KI Kuala Tanjung tahap pertama berlangsung tiga tahun, yakni 2020-2022.

Hal itu sesuai dengan penetapan lokasi yang diperoleh Pelindo 1 dari Pemerintah Kabupaten Batubara dengan luas 1. 128 hektare.

Menangkap juga:   Aktivitas Bongkar Muat Pelabuhan Kuala Tanjung Tumbuh Lebihi 100%

“Kami mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah. Mulai dari percepatan pengadaan tanah, aspek pendanaan, maupun perizinan kawasan, ” terang Dani saat mendampingi jajaran Kemenko Kemaritiman dan Investasi dalam kunjungan kegiatan di Sumatra Utara, Jumat (9/10).

Dalam kunjungan kerja tersebut, pejabat departemen mengadakan pertemuan dengan berbagai stake holder terkait kepelabuhanan dan pabrik. Rombongan juga meninjau Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) di Pangkalan Kuala Tanjung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Selain tersebut, mereka juga mendatangi Terminal Pengikut Bandar Deli Belawan dan Pangkalan Peti Kemas Belawan di Kota Medan. Pejabat yang berkunjung yaitu Plt  Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Ayodhia G. L. Kalake, Penasehat Bidang Pertahanan dan Keamanan Marsetio, serta Staf Lihai Bidang Konektivitas Sahat Panggabean.

Membaca juga:   Ekonomi Diguncang Pandemi, Industri  Mamin  Bisa Tumbuh Pasti

Lebih lanjut, Dani menyebut tumpuan perseroan terhadap dukungan pemerintah untuk pengembangan Kuala Tanjung Industrial Estate. Termasuk, kemudahan izin bagi investor untuk memulai, menjalankan dan mengembangkan usaha di kawasan industri.

Serta, fasilitas pengelolaan pasokan energi, air, telekomunikasi dan limbah, ketersediaan dan kualitas prasarana transportasi, serta kebijakan tarif yang kompetitif.

“Diperlukan pula kebijakan investasi pembangunan kilang minyak di Ambang Tanjung Industrial Estate, ” imbuh Dani.

Baca juga:   BKPM:   Demo  UU  Cipta Kerja  tidak Surutkan Minat  Investor

Kemenko Kemaritiman dan Investasi pun mendukung pengembangan kawasan industri, yang terintegrasi dengan Pelabuhan Kuala Tanjung. Makin pelabuhan tersebut merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan akan menjadi hub internasional.

“Potensi Kuala Tanjung benar besar. Sejauh ini, bisa dilihat dari kemajuan angka trafik pesawat. Sudah banyak kapal yang menggunakan operasional Pelabuhan Kuala Tanjung, ” terang Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Kemaritiman dan Investasi Ayodhia G. L. Kalake

“Kemajuan proyek ini juga tergantung dari konektivitas, akses jalan serta kereta api. Apabila semua infrastrukturnya selesai, operasional Kuala Tanjung pula akan optimal, ” sambungnya. (OL-11)