Membaca dan memahami label gizi di pangan olahan penting untuk mengambil produk yang dibeli sesuai secara kebutuhan tubuh.

Sebagai orangtua yang menginginkan asupan gizi terbaik dan setara untuk anak, Donna Agnesia mengungkapkan sang suami, Darius Sinathrya ialah orang yang memperhatikan hal-hal terperinci seperti label gizi.

“Aku belajar mengaji label pangan karena Darius, dia orangnya lebih detail, lebih perfeksionis, ” ujar Donna dalam webinar “Cara Cerdas Memilih Produk Pangan”, Rabu (30/9).

Hal pertama yang diperhatikan Donna saat membeli produk olahan biasanya adalah masa kedaluwarsa.

Tapi sesudah menjadi orangtua, dia dan Darius menjadi lebih teliti demi memastikan asupan garam, gula dan lemak dari hidangan yang disantap pokok hatinya betul-betul seimbang. Tidak kelewatan, tapi juga tidak kekurangan. Sebab, anak-anaknya punya aktivitas segudang. Bukan cuma sibuk di sekolah, akan tetapi mengikuti ekstrakurikuler dan aktivitas wujud lainnya.

“Penginnya semua serba seimbang gizinya. Selain sehat, kan harus sepadan, ” ujar Donna.

Selama pandemi, kehidupan belanja biasanya dilakukan berdua sebab Darius. Saat itu, Donna bakal menyerahkan urusan memeriksa label gizi kepada sang suami.

“Kalau baca dapur kemasan produk pangan, banyak banget tulisannya, kecil-kecil. Kalau belanja sesuai Darius, aku suruh dia dengan baca, aku lihat bagian (tulisan) yang besar saja, mata sudah plus, ” seloroh Donna.

Donna pun menyambut baik adanya terobosan gres dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar label gizi dibuat lebih sederhana dan semoga dimengerti.

Produk minuman siap konsumsi serta mi instan dan pasta instan yang memenuhi kriteria batasan perut gula, garam dan lemak yang sudah ditetapkan pun dapat mencantumkan logo “Pilihan Lebih Sehat”. (Ant/OL-12)