SEORANG oknum pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Biak Numfor, berinisial FAM, resmi pada polisikan lantaran diduga menjiplak dokumen mengatasnamakan organisasi & Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Biak Numfor.  

Pemalsuan dilakukan dengan jalan mengatas namakan Ketua DPC Biak Numfor, Boy Markus Dawir dengan meniru tanda tangan serta menggunakan kop surat DPC untuk kepentingan Konvensi Luar Biasa (KLB) Demokrat.

“Ada surat pernyataan KLB dari DPC PD Biak Numfor, dimana surat tersebut mengatasnamakan Ketua DPC yang mengutus salah satu pemimpin DPC untuk mengikuti KLB Demokrat, ” kata Kepala DPC PD Biak Numfor yang juga Plt Penulis DPD PD Papua Boy Markus Dawir, dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (14/03).

Boy menyebut, surat pernyatan tersebut menyatakan bahwasanya DPC PD Biak Numfor tak dapat menjadi peserta, dikarenakan tupoksi, namun pada prinsipnya tetap mendukung dilakukannya KLB serta mengutus salah utama pengurus partai yaitu FAM, untuk ikut dalam KLB tersebut serta diberikan pengaruh menandatangani berita acara arah nama DPC PD Tumbuh Numfor.

Padahal kata Boy, sebagai ketua DPC PD Biak Numfor, dirinya tidak pernah mengeluarkan surat buat mengutus siapapun dalam hubungan KLB. Sebab sedari pembukaan PD Papua bersama 29 DPC telah sepakat bersepakat, solid, setia dan lestari mendukung kepengurusan hasil Konvensi V pada Maret 2020 dibawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).  

“Saya kaget melihat surat pemberitahuan itu. Disini saya lihat ada banyak kesalahan seolah-olah nama belakang saya, tak adanya alamat kantor, ” kata Boy.

Menyuarakan juga:   Kecelakaan Maut di Loang, Bagian TNI Tewas

Karena perkara ini kata Boy pihaknya telah melaporkan FAM secara resmi telah dilaporkan pihaknya ke Polres Biak Numfor dengan nomor laporan STTLP/119/III/2021/SPKT/Papua/Res Biak tertanggal 14 Maret 2021.  

“Secara resmi kita sudah laporkan pada Polres Biak Numfor, & secara etik juga kita akan melakukan pencabutan KTA untuk oknum yang memalsulkan surat DPC ini, ” tegas Boy.

Menurut Boy, FAM merupakan pengurus Carik Komisi Bapilu DPC PD Biak Numfor, yang pada Februari lalu diinformasikan meminta sampel tanda tangan Kepala dan contoh cap DPC PD.  

“Tapi rekan pengurus hanya memberikan tanda undangan Partai yang benar ada tanda-tandangan dan tanda, setelah itu FAM ini menghilang dari Biak, ” kata Boy.

Untuk kemudian, kata Boy, proses norma akan tetap berjalan dan secara organisasi pihaknya hendak melakukan klarifikasi kepada FAM terkait surat tersebut.  

“ Semua ada tahapannya, proses hukum berjalan begitu juga etik organisasi serta pasti sanksi pemecatan bakal dibelakukan jika terbukti melanggar AD/ART Partai, ” pungkasnya. (OL-7)