GALUR sepeda permanen yang sedang diuji coba oleh Pemprov DKI Jakarta kerap diserobot oleh pengguna kendaraan bermotor. Hal ini terjadi era lalu lintas sedang padat.

Mengetahui hal ini, Pemangku Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya akan menempatkan petugas buat mengawasi penggunaan jalur itu.

“Untuk itu, jalan itu nanti kita akan tertibkan dan atur ke aliran. Kalau masih ada dengan nyerobot tentu perlu ada peningkatan pengawasan, ketentuan, metode, dan sanksi mungkin mampu kita berlakukan ke pendahuluan. Nanti kita akan lihat yang penting sekarang kita dukung peningkatan, ” logat Riza.

Ia pun mengimbau agar masyarakat taat mati lintas termasuk tidak menyerobot jalur sepeda.

Jalur sepeda yang dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta dimaksudkan biar membuat nyaman para sepeda serta meningkatkan jumlah masyarakat yang bertransportasi menggunakan sepeda.

Baca juga:   Selamat, Jakarta Susunan 17 Kota Tersehat di Dunia Versi YouGov

Pokok, di masa pandemi lulus banyak warga yang berekreasi maupun berolahraga menggunakan roda. Harapannya bersepeda tidak sedang hanya menjadi rekreasi maupun olahraga saja tetapi serupa menjadi salah satu tumpuan transportasi.

“Kita dukung, kita dorong agar masyarakat sekarang menggunakan sepeda. Sepeda tak hanya digunakan untuk perhatian berolahraga, rekreasi tapi serupa menjadi alat transportasi yang baik yang sehat serta murah, ” jelasnya.

Urat untuk kendaraan bermotor biar sudah disediakan lebih umum dari jalur sepeda sehingga Ariza meminta agar para pengendara bermotor lebih peraturan dan tidak menyerobot belang sepeda.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya diketahui tengah mendirikan jalur sepeda permanen pada Jl. Jenderal Sudirman tenggat Jl. MH Thamrin sepanjang 11, 3 km. Sabuk sepeda itu selebar 2 meter dan dibatasi sebab separator beton yang selalu dapat difungsikan menjadi wadah tanaman. Ditargetkan, jalur roda permanen ini selesai bulan ini. (OL-7)