KEPALA Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Jawatan Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 6. 177 spesimen.  

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 5. 025 karakter dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan buatan 575 positif dan 4. 450 negatif.

“Dari 575 kasus positif itu, 80 kasus adalah akumulasi bukti dari hari sebelumnya yang mutakhir dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 46. 304. Jumlah karakter yang dites PCR sepekan final sebanyak 44. 735, ” terangnya di Jakarta, Jumat (14/8).

Ia menjelaskan, WHO telah menetapkan standar total tes PCR adalah 1. 000 orang per 1 juta penduduk per minggu. Berdasarkan WHO, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10. 645 orang (bukan spesimen) per minggu, atau satu. 521 orang per hari.

“Saat ini jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan adalah 4X lipat standar WHO, ” imbuhnya.

Menyuarakan juga:   Insentif Penggali Makam Pasien Covid-19 Dipastikan Telah Cair

Tes PCR di Jakarta dikerjakan melalui kolaborasi 54 Laboratorium Negeri Daerah, Pemerintah Pusat, BUMN, dan swasta. Pemprov DKI Jakarta menganjurkan dukungan biaya tes kepada Laboratorium BUMN dan swasta yang mengikuti berjejaring bersama dalam pemeriksaan contoh program.

Sementara itu, penambahan kasus nyata pada hari ini sebanyak 575 kasus. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat itu sebanyak 8. 925 (orang yang masih dirawat / isolasi).

Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebesar 28. 438 kasus.

“Dari jumlah tersebut, 18. 528 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 65, 2%, dan 985 orang wafat dunia dengan tingkat kematian 3, 5%, sedangkan tingkat kematian Nusantara sebesar 4, 5%, ” imbuhnya.

Buat positivity rate atau persentase peristiwa positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 8, 5%, sedangkan Indonesia sebesar 15, 5%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus tentu tidak lebih dari 5%. (A-2)