Keadaan ini, warga yang terpapar covid-19 di Kota Cirebon menurun. Keadaan ini diharapkan bisa terus terjadi secara kedisplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto, menjelaskan kalau kemarin mereka telah melakukan uji usap pada 200 warga. Uji usap itu dilakukan dari hasil tracing warga yang telah terpapar covid-19.

“Dari 200 orang, yang membangun covid-19 ternyata hanya 14 karakter, ” ungkap Edy, Rabu (16/12).  

Angka ini menunjukkan penurunan dipadankan hari-hari sebelumnya yang mencapai puluhan orang. Edy juga berharap di hari-hari berikutnya testing yang gencar dilakukan setiap hari juga menunjukkan penurunan angka warga yang terpapar covid-19 di Kota Cirebon.

Selanjutnya Edy juga menambahkan sebanyak 16. 336 uji usap sudah mereka kerjakan di Kota Cirebon. Jumlah tersebut sudah mencapai 10 persen dari jumlah penduduk di Kota Cirebon. “Sedangkan yang terpapar covid-19 bagi hari ini mencapai 1. 673 orang, ” ungkap Edy.

Untuk dengan meninggal dunia tercatat sebanyak 65 orang dan yang masih menyelenggarakan isolasi sebanyak 413 orang. Untuk pasien yang meninggal dunia menurut Edy rata-rata disebabkan memiliki penyakit penyerta (comorbid).

Untuk tingkat kesembuhan, Edy mengungkapkan, tingkat kesembuhan pasien covid-19 di Kota Cirebon cukup agung. Untuk kesembuhan pasien yang dirawat diisolasi mandiri terpusat atau isolasi untuk pasien OTG mencapai 88%. “Kalau ditotal, tingkat kesembuhan menyentuh 92 persen. Yang 8 upah disebabkan adanya comorbid, ” ungkap Edy.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon memiliki 3 tempat isolasi terpusat yang dikhususkan untuk pasien tanpa gejala. Dua tempat adalah hotel yang disewa hingga Januari 2020 dan satu tempat lagi yaitu gedung BK Diklat. (OL-13)

Membaca Juga: Emil: Soal Kerumunan HRS Menko Polhukam Mahfud Jangan Lepas Tangan