Sutradara film Ucu Agustin mengatakan, film “Sejauh Aku Melangkah” adalah film yang mengisahkan upaya memberdayakan disabilitas di tengah keterbatasan fisik agar dapat mandiri.

“Melalui film ini juga diharapkan dapat membantu mensosialisasikan persamaan hak dan perlakukan dalam penyandang disabilitas, ” kata Ucu pada workshop digital yang digelar Lembaga Pendidikan DR Soetomo (LPDS), Rabu (28/4).

Pada workshop digital bertema “Media Berdaya, Disabilitas Berjaya” itu, Ucu berbagi pengalaman tentang pembuatan movie disabilitas dengan dua environment berbeda.

Dua sosok disabilitas dari lingkungan keluarga yg berbeda, menggambarkan perjuangannya untuk mandiri, sehingga rela keluar dari lingkungan keluarganya untuk hidup di asrama.

Bahkan, lanjut dia, yang paling penting adalah menumbuhkan rasa percaya diri bagi penyandang disabilitas, sehingga kelak mampu mandiri.

Selain Ucu yang dikenal sebagai pembuat movie dokumenter terbaik, empat pembicara lainnya yakni Direktur Eksekutif LPDS, Hendrayana
membahas Kode Etik Jurnalistik serta Hukum Pers.

Sedang dua Wartawan Senior dan Pengajar LPDS AA Ariwibowo memberikan kiat menulis feature tentang disabilitas dan LR Baskoro berbagi pengalaman terkait menyusun opini tentang disabilitas.

Sementara pembicara lainnya adalah Founder KamiBijak. com, Paulus Ganesha Aryo Prakoso menyampaikan materi yang bertajuk “Kita Eksis, Kita Berkarya”.

Menurut dia, situs KamiBijak. com tersebut memberikan informasi bagi konsumsi kaum disabilitas dan juga memberdayakan kaum disabilitas untuk mengambil peran di dalamnya. “Situs ini hadir untuk memberikan inspirasi dan berbagi pengalaman dengan penyandang disabilitas, sekaligus memberi ruang tuk mereka berkarya, ” ujarnya.

Workshop virtual ini digelar sebagai rangkaian kegiatan menjelang HUT ke-33 LPDS yang jatuh pada bulan Juni. (Ant/OL-12)