HOTEL Mutiara di Malioboro telah diakuisisi oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu bagian di hotel tersebut akan dirombak sehingga menjadi mal UMKM.

Kepala Dinas Koperasi & UKM DIY Srie Nurkyatsiwi menjelaskan Hotel Mutiara yang sisi selatan akan dijadikan mal UMKM & direncanakan beroperasi pada akhir 2022 atau awal 2023. Dana yang dibutuhkan untuk merenovasi tempat tersebut, lanjut dia, sekitar Rp50 miliar.

Tersedia tiga tahapan yang harus dikerjakan sebelum mal UMKM tersebut hidup. “Yang pertama, uji konstruksi. Bangunannya sudah tua, tapi masih patut. Tahun 2021 baru akan diuji laboratorium, ” jelas dia usai rapat kompleks kepatihan beberapa zaman yang lalu.

Selanjutnya, pihaknya perlu mengatur DED (detail engineering design) pada 2021. Terakhir, pada 2022 akan mulai dibangun dan diproyeksikan sempurna pada akhir 2022 dan tiba beroperasi awal 2023.

Perempuan yang familier disapa Siwi tersebut mengatakan, modus ini dilakukan
tidak terlepas dari penataan Kawasan Malioboro. Catu UMKM untuk menempati mal tersebut sekitar 287 unit.

“Sesuai arahan Ngarsa Dalem, mereka bisa berkolaborasi untuk menyewa bersama. Kami akan menyiapkan untuk UMKM yang basah & kering, termasuk dimungkinkan adanya co-working space. Kita harus bisa mendaftarkan dinamika pasar sesuai arahan Sri Sultan dan atas masukan Badan Kebudayaan serta tenaga ahli, “ jelas dia.

UMKM yang menempati mal tersebut juga harus lolos kurasi dan produknya merupakan produksi DIY. Beberapa kriteria lain pemilihan UMKM antara lain harus terdaftar dalam Sibakul Jogja, harus memenuhi persyaratan co-branding sesuai Pergub DIY Nomor 21 Tahun 2017 yakni Jogjamark, 100% Jogja, dan Jogjatradition.

“Mestinya (Mal UMKM yang dikelola Pemda DIY) harus ada perbedaan dengan preman, tapi akan dibahas lebih sendat, ” jelas dia.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengutarakan, Hotel Mutiara sisi utara akan direnovasi terlebih dulu. “Kami akan tahu bertambah kurangnya di mana. Kalau digarap bersamaan dan ternyata ada dengan masih penyempurnaan, nanti enggak tersedia waktunya untuk mengubah, “ sahih dia.

Di saat bersamaan, Dinas Wisata DIY akan melakukan pengkajian supaya Hotel Mutiara 2 tetap berguna. “Sementara fungsinya biar seperti tersebut dulu, tapi tetap tujuan utamanya nanti untuk UMKM. Kalau suka difungsikan lain sembari menunggu, belakang kami lihat dulu rencana bisnisnya seperti apa, “ pungkas tempat.
(OL-14)