INDONESIA mengelola keragaman hayati melalui pengelolaan ekosistem dengan berkelanjutan dari aspek ekologi maupun sosial. Indonesia juga telah melangsungkan serangkaian tindakan korektif dalam mendukung penurunan laju deforestasi global meniti pengelolaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Demikian Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Departemen Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno, memaparkan pengalaman Indonesia mengelola keragaman hayati, pada webinar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang anjlok
setiap 5 Juni.

Webinar yang diselenggarakan Food and Agriculture of the United Nations (FAO) dalam Roma itu mengambil tema Time for nature. Turut sebagai panelis dari berbagai negara, antara asing Duta Besar Uni Eropa buat FAO, Duta Besar Indonesia buat Italia, perwakilan tetap Kolombia buat FAO, ICRAF, CIFOR dan Pola Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE).

Lebih lanjut, Wiratno menyampaikan hasil-hasil penelitian dan pekerja di lapangan yang berkerja sama dengan masyarakat sekitar kawasan hutan dalam melakukan bioprospeksi atau pemanfaatan sumber daya genetik yang mendukung kebutuhan pangan & farmasi.

“Contoh penelitian Candidaspongia sp dalam TWA Teluk Kupang untuk antikanker dan penelitian mikroba berguna bagi tanaman di Taman Nasional Bukit Ciremai, ” tambahnya.

Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu menyampaikan bahwa pandemi covid-19 telah menunjukan ketergantungan sangat erat antara manusia, satwa, dan lingkungan.

“Bahkan kehilangan keanekaragaman hayati tak hanya meningkatkan kerentanan manusia terhadap penyebaran penyakit, tetapi juga menjadi ancaman bagi sistem pangan, buatan pertanian, dan mata pencaharian asosiasi, ” ujarnya.

Secara terpisah, Manajer Aksi Air, pangan, Ekosistem Esensial, Manajer Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Wahyu Perdana mengatakan tak semua negara memiliki kawasan ekosistem esensial.

Dia menegaskan keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia bukan diciptakan pribadi. Kondisi itu merupakan berkah alam, sehingga menjaganya juga penting. (Fer/X-7)