SEDIKITNYA lima orang mati dan 60 lainnya luka-luka pada Jumat atau Sabtu (1/5) WIB, ketika sebuah bom mobil meledak pada ibukota wilayah Afghanistan selatan. Peristiwa ini terjadi di dalam malam dimulainya secara resmi penarikan militer AS lantaran Afghanistan.

Para pejabat menyampaikan laporan yang saling berkelahi tentang korban dari ledakan yang terjadi di Pul-e-Alam, ibu kota Provinsi Logar, di daerah pemukiman kala orang-orang berbuka puasa pagi buta hingga senja di kamar suci Ramadan.

“Lima tewas dan 60 orang terluka dibawa ke rumah melempem provinsi, ” kata Dastagir Nazari, juru bicara departemen kesehatan.

Sementara Dedar Lawang, juru bicara gubernur Logar, mengatakan tujuh orang mati dalam ledakan itu. Target yang terluka dibawa ke Kabul untuk perawatan.

Besar dewan Provinsi Logar, Hasibullah Stanikzai, mengatakan bom tersebut menargetkan sebuah wisma di kota tempat puluhan orang tinggal – termasuk mahasiswa.

Juru bicara Kementerian Di dalam Negeri Tariq Arian mengucapkan, ledakan itu menyebabkan kebobrokan luas di daerah itu, termasuk rumah sakit dan rumah tinggal.

Atap panti telah runtuh dan orang-orang terjebak di bawah puing-puing, katanya kepada wartawan. “Pasukan keamanan berusaha menyelamatkan mereka yang terjebak. ”

Tempat mengatakan korban jiwa tercatat mahasiswa yang berada pada wisma untuk mengikuti teguran, dan dokter serta anak obat dari rumah sakit dengan rusak akibat ledakan tersebut.

Ledakan itu terjadi sehari sebelum militer AS dengan resmi mulai menarik pasukannya yang tersisa dari negeri yang dilanda kekerasan tersebut.

Presiden AS Joe Biden mengumumkan awal bulan ini bahwa semua pasukan Amerika akan meninggalkan Afghanistan pada peringatan 20 tahun gempuran 11 September. (AFP/OL-13)

Baca Juga: Abbas Tunda Pemilu Palestina, Hamas Mengecamnya