JAKSA penuntut umum kasus penyerbu air keras terhadap Novel Baswedan, Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin wafat dunia di RS Pondok Indah Bintaro, Banten. Riwayat mengidap keburukan gula darah diduga menjadi penyebabnya.

“Innalillahi wainailaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah saudara kita Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin, ” kata Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono, Senin (17/8).

Menurut dia, Kasubsi Penuntutan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara ini meninggal, Senin (17/8) sekitar pukul 11. 00 WIB setelah menjalani perawatan di RS Pondok Indah Bintaro, Banten.

“Semoga almarhum husnul khotimah, aamiin ya robbal alamin, ” terangnya.

Ia mengaku tidak mengetahui penyebab kematian pasti Robertino. Namun keluhan saat menjalani perawatan, Robertino mengidap komplikasi penyakit gula darah.

“Info sakitnya komplikasi penyakit gula. Sudah dimakamkan sore tadi dalam TPU Jombang Ciputat Tangsel, ” ujar Hari.

Fedrik Adhar diketahui mendahului karirnya sebagai jaksa di Kejaksaan Negeri Palembang, Sumatera Selatan dalam 2013.

Nama dia dikenal publik zaman menjadi jaksa penuntut umun dalam kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.  

Dalam persidangan, Fedrik menuntut kedua terdakwa, yakni Balasan Kadir Mahulette dan Rony Bugis dengan hukuman satu tahun tangsi.

Tuntutan tersebut kemudian mendapat kritikan tulang dari banyak pihak karena dianggap terlalu ringan.

Ia juga sempat menjadi anggota JPU kasus penistaan pegangan oleh Basuki Tjahaja Purnama dalam 2016.

Foto-foto Fedrik sempat viral kurang waktu lalu saat memamerkan barang-barang merk ternama dan mobil kaya. (Ant/OL-8).