PANDEMI Covid-19 yang tak kunjung sudah memaksa pelaksanaan orientasi mahasiswa mutakhir 2020 di perguruan tinggi dalam Tanah Air digelar secara daring. Seolah-olah halnya di Universitas Gadjah Mada (UGM), Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) UGM 2020 yang diikuti oleh 9. 068 mahasiswa baru UGM Program Sarjana dan Sarjana Terapan juga digelar dengan daring.

Dalam acara tersebut, Presiden Joko Widodo berpesan kepada para mahasiswa agar terus semangat belajar serta meraih prestasi, namun tidak lengah dengan masyarakat, bangsa, dan negara. Menurutnya, belajar di perguruan tinggi adalah sebuah kesempatan emas untuk belajar, membangun kepemimpinan dan jaringan, serta mempersiapkan masa depan.

Baca juga:   Wapres: Mahasiswa Diminta Konsisten Menyuarakan Nasionalisme

“Saya selalu memegang teguh apa yang diperoleh ketika kuliah di UGM, bahwa menjadi mahasiswa UGM memang harus berprestasi menjulang tinggi, tapi tak boleh melupakan akarnya. Akarnya adalah kerakyatan, kecintaan kita kepada anak buah, kepada bangsa dan negara, ” kata Jokowi dalam pernyataan tertulis, Senin (7/9).

Di era di mana perubahan terjadi dengan begitu cepat dan dengan pengetahuan baru dengan terus bermunculan, serta disrupsi yang terjadi di seluruh sendi kesibukan, mahasiswa dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan dengan memanfaatkan sarana-sarana yang tersedia. Jokowi berharap, para mahasiswa baru UGM menjadi mahasiswa yang kreatif dan inovatif, mampu mengasah talenta dan memperkuat keterampilan, tapi tetap memiliki kepedulian sosial yang tinggi dengan semangat kebangsaan, karakter kerakyatan, berdasar Pancasila, konstitusi, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

“Saudara-saudara kudu bersiap diri menghadapi era dengan baru. Selamat belajar, manfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin, jadilah generasi muda yang unggul untuk Indonesia maju, ” pesannya.

Pada tahun itu, UGM menerima 7. 927 mahasiswa Program Sarjana dan 1. 141 mahasiswa Program Diploma Empat/Sarjana Terapan dari jalur SNMPTN, SBMPTN, sabuk mandiri, serta program afirmasi pendidikan tinggi yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dari jumlah mahasiswa yang diterima, terdapat 22, 27 persen mahasiswa penerima bantuan KIP-K.

Mahasiswa baru UGM berasal daripada seluruh provinsi yang ada pada Indonesia, meski persentase terbesar sedang dari pulau Jawa. Di bibir itu, terdapat 48 mahasiswa aneh yang berasal dari 21 negeri, di antaranya dari Afganistan, Amerika Serikat, Hungaria, Serbia, Vietnam, dan Zimbabwe.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UGM Panut Mulyono menjelaskan bahwa PPSMB tahun ini mengusung tema “Gemilang Budaya, Songsong Dunia” yang cocok dengan visi dan jati muncul UGM.

Dengan tema ini diharapkan seluruh rangkaian kegiatan PPSMB akan menyerahkan bekal dan menjadi awal dari langkah para mahasiswa baru biar dalam bekerja dan menciptakan susunan yang bermanfaat bagi masyarakat Nusantara dan dunia selalu berpegang di dalam akar budaya bangsa Indonesia.

“Dengan dijiwai tema ini, kami berharap kalian benar-benar menjadi SANG JUARA, yaitu mahasiswa yang Santun, Amanah, Nasionalis, Gembira, Jujur, Unggul, Adil, Religius, dan Andal, ” tuturnya.

Panut memasukkan, setelah resmi menjadi mahasiswa UGM, para peserta PPSMB masuk di dalam babak baru kehidupan dan perjuangan, bukan hanya untuk meraih periode depan sendiri, namun juga berjuang agar dapat berkontribusi pada kala depan Indonesia yang berkeadaban indah.

Baca juga:   Petugas Periksa Pelapor dan Saksi pada Peretasan Tempo dan Tirto

Dia pun mengingatkan para mahasiswa baru untuk berjuang dengan berpegang pada kausa budaya bangsa dan nilai-nilai Pancasila untuk kemajuan dan kesejahteraan Nusantara, serta berkontribusi bagi masyarakat dunia sesuai dengan slogan UGM mengakar kuat, menjulang tinggi.

“Kalian kuliah pada UGM untuk menjadi Indonesia, untuk belajar menghargai perbedaan, mengakui kebhinekaan, dan mengelola keberagaman, ” tandasnya. (OL-6)