KAPOLDA Jawa Timur Irjen M Fadil Imran mengajak pengasuh dan santri pondok pesantren (ponpes) untuk turut serta menjaga keamanan dan kesopanan masyarakat (kamtibmas) serta disiplin melakukan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.

Ajakan ini disampaikan kapolda masa mengunjungi Ponpes Sabilurrosyad Kota Udi, Selasa (11/8). Kedatangan kapolda dan sejumlah pejabat utama Polda Jatim ini disambut para pengasuh ponpes. Di antaranya adalah KH Marzuki Mustamar, KH Ahmad Warsito, serta Ustadzah Nurul Ilmi.

Dalam silaturahmi itu kapolda menekankan sejumlah hal dengan menjadi atensi bersama. Di antaranya adalah agar tidak muncul kesimpulan radikalisme di ponpes yang merugikan masyarakat. Maka pengasuh ponpes diimbau menjaga santrinya agar tidak terkebat dalam kegiatan radikalisme.

Kapolda juga menekankan pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona. Maka perlu diberikan pengertian dan pemahaman kepada santri akan bahaya covid-19.

Dan yang tidak kalah penting, kapolda mengajak ponpes turut menjaga kondusifitas dan kamtibmas. Apalagi di wilayah Jatim serupa menghadapi pilkada serentak pada Desember mendatang.

Selanjutnya kapolda juga menyoroti kejadian tawuran di Situbondo yang pula diwarnai perusakan. Peristiwa seperti tersebut harusnya tidak perlu terjadi apabila masing-masing pihak bisa menekan muncul.

“Padahal perguruan silat justru seharusnya menangani yang lemah dan berpretasi, ” kata kapolda.

Tawuran di Situbondo berlaku antara puluhan anggota Persaudaraan Taat Hati Terate (PSHT) Situbondo dengan warga Desa Kayuputih Kecamatan Panji Situbondo, Senin kemarin. Akibat perihal tersebut lima warga mengalami luka, tiga di antarnya dilarikan ke rumah sakit. Selanjutnya terjadi tawuran susulan Desa Trebungan Kecamatan Mangaran Situbondo.

Di akhir kunjungan ke ponpes tersebut, kapolda memberikan bantuan berupa satu ton beras dan bermacam-macam masker. (J-1)