LEBIH dari 19 ribu orang pemudik dari luar kota serta luar negeri terpantau telah mengambil wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Beberapa pemudik di antaranya sudah menunjukan gejala mirip covid-19 bagaikan batuk dan sakit tenggorokan.

“Yang kembali kampung lebih dari 19 seperseribu orang, hampir 20 ribu. Mereka dari luar kota dan asing negeri. Belum ada temuan covid, tapi beberapa orang sudah ada yang menunjukan, mengalami gejala mendekati covid-19 seperti batuk dan yang lain, ” kata Bupati Temanggung, M Al Khadziq, Rabu (20/5).

Sebagai upaya pencegahan, menurut Bupati, pihaknya mengintensifkan screening di beberapa pos mendalam Temanggung. Antarablain di Bejen, Kledung, Kowangan, dan Kranggan. Pemudik selalu diminta melakukan karantina secara mandiri minimal selama 14 hari.

“Kita mengambil gugus tugas sampain tingkat daerah mengawasi orang-orang yang pulang kampung agar mereka melakukan karantina sedikitnya 14 hari. Sampai saat itu belum ada temuan covid dibanding pemudik, namun kita tetap waspada, ” kata Khadziq.

baca juga:   Belasan Ribu Pemudik Sebab Zona Merah Tiba di Gunung Kidul

Sejauh ini, lanjut Khadziq, angka positif covid-19 masih didominasi klaster ijtimak ulama Gowa. Lainnya dari klaster anak buah kapal (ABK) Brazil yang pulang dukuh. Jumlah positif covid-19 secara keseluruhan di daerah ini terdata ada 55 orang, 17 di antaranya telah sembuh dan satu orang meninggal. Adapun pasien dalam perlindungan (PDP) sebanyak 186 orang.

“Saya harap warga yang masih di luar kota tidak usah mudik, sebab pada setelah pulang tidak bisa lebaran karena harus karantina 14 hari. Yang sudah pulang 19 ribu orang ini pulang kampung karena kehilangan pekerjaan di tanah air akibat pandemik korona, ” mengakhiri Khadziq. (OL-3)