KONFLIK satwa liar harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) dengan warga kembali berlaku di Riau. Kali ini, seorang petani karet warga Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (4/6), diserang jiwa raja hutan saat sedang menyadap karet di kebun.

“Menurut Kepala Dukuh Sepahat, Azlan, penyerangan terjadi dalam Kamis (4/6) sekitar pukul 07. 00 WIB. Saat itu objek yang bernama Sofian, 50, sedang menyadap karet. Korban mengalami luka cakaran di bagian kaki, ” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono di Pekanbaru, Jumat (5/6).

Suharyono mengungkapkan, bilamana diserang harimau, objek berusaha menyelamatkan diri dan menunggangi pohon. Namun harimau tersebut menggapainya dan melukai kakinya. “Korban berserakan berteriak sehingga kawannya datang dan harimau tersebut menjauh, ” ujar Suharyono.

Saat ini, lanjutnya, korban sudah menjalani perawatan di Rumah Lara di Dumai.

Setelah menerima laporan penyerangan tersebut, BBKSDA Riau, lanjut Suharyoni  segera menurunkan Tim Resort Bukit Batu untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim selanjutnya mengindentifikasi satwa liar yang menghantam warga tersebut.

“Segera akan dilakukan pemasangan kamera trap di lokasi kejadian untuk memastikan individu satwa penyerbu warga, ” tegas Suharyono.

Ia menambahkan, atas kejadian tersebut diminta kepada warga masyarakat sekitar lokasi buat sementara mengurangi aktivitas di letak terjadinya konflik. Warga juga diimbau tidak melakukan tindakan yang mampu membahayakan satwa langka itu mengikuti tidak melakukan tindakan kekerasan kepada satwa dilindungi tersebut. (R-1)