MUDAHNYA penyelundupan narkoba ke Negara dipengaruhi sejumlah faktor. Persoalan utamanya ialah tingginya permintaan barang sumpah
tersebut di pasar suram.

Kemarin, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan 175, 6 kg sabu, 300 butir pil ekstasi, dan 300 butir erimin. Itu membuktikan sindikat narkoba internasional tak takut dengan hukum yang sah di negeri ini.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareksrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar tidak menampik realitas tersebut. “Faktor utama adalah demand yang tinggi, ” ujar Krisno seusai memusnahkan barang bukti narkoba.

Namun, Krisno enggan membeberkan sistem pengiriman yang membuat peredaran narkoba masih marak. Ia mengaku pihaknya telah beberapa kali mengungkap jaringan narkoba tersebut.

“Polri terus mengembangkan setiap pengungkapan kasus dan bekerja sama secara penegak hukum internasional, intelijen, bertugas mengantisipasi pergerakan drug transnational syndicate ke wilayah hukum NKRI, ” ujarnya.

Wakil Kepala Bareksrim Polri Irjen Wahyu Hadiningrat menyebut narkoba dengan dimusnahkan itu diperoleh dari delapan tersangka. Mereka tergabung dalam 3 jaringan besar, yakni Malaysia-Pekanbaru, Malaysia-Aceh, dan Afrika Barat. (Ykb/J-3)