PERAIH dua gelar juara Wimbledon, Petra Kvitova,   lebih memilih medan Grand Slam tahun ini dibatalkan daripada tetap digelar tapi tanpa  penonton akibat pandemi Covid-19.

“Saya sudah berumur dan saya masih mau tampil di Grand Slam. Tapi kalau harus digelar tanpa penonton, lebih baik saya menarik muncul dari turnamen itu, ” logat Kvitova dikutip  Reuters, Selasa (26/5).

Rani asal Ceko berusia 30 itu menyampaikan pernyataan tersebut jelang kompetisi tenis nasional Ceko yang rencananya akan digelar pada minggu itu di Kota Praha tanpa penonton.

Turnamen tersebut menampilkan delapan petenis adam dan delapan petenis wanita di dalam undian terpisah. Pertandingan pun bakal dilaksanakan tanpa ada jabat lengah diantara para pemain.

“Tampil di Grand Slam memang hal yang luar biasa. Tapi kalau tidak ada penontonnya, bagi saya, menjadi tidak istimewa. Grand Slam tidak sepantasnya digelar tanpa penonton, ” ungkap peraih gelar juara Wimbledon pada 2011 dan 2014 itu.

Wimbledon seharusnya diselenggarakan pada 29 Juni 2020, namun dibatalkan akibat pandemi korona.

Sedangkan French Open digeser ke September 2020, atau tepatnya seminggu setelah final US Open. Sementara itu, tur WTA ditangguhkan hingga setidaknya 20 Juli 2020. (OL-8)