PENGANTARA Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, meminta perusahaan serius mencegah penularan covid-19. Mengingat, klaster perkantoran terus bertambah seiring adanya temuan karyawan yang terinfeksi covid-19.

Berbagai upaya pencegahan covid-19 di lingkungan perkantoran sebenarnya telah digaungkan Dinas Gaya Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans) DKI. Itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kadisnakertrans Nomor 1477 Tahun 2020.

“Solusinya banyak. Pertama, semua kantor mengatur jam pergi, tanda isitirahat dan jam pulang, ” kata Ariza, sapaan akrabnya, era dihubungi, Rabu (12/8).

Baca selalu:   Klaster Perkantoran Melonjak, Ombudsman: Akibat Dasar Hukum Lemah

Perusahaan juga diminta menekan jumlah pegawai yang bekerja di kantor. Walau ada ketentuan pembatasan jumlah pekerja sekitar 50%, namun angka tersebut bisa ditingkatkan.

“Kita minta perkantoran tersebut sekalipun ada pelonggaran 50%, sedapat mungkin dikurangi. Kita minta pekerjaan dengan bisa dikerjakan di rumah, ya di rumah saja, ” pungkas Ariza.

Dalam SK Nomor 1477 Tarikh 2020, perusahaan diwajibkan membentuk satgas atau tim internal pencegahan dan penanganan covid-19. Tim ini bertanggung jawab agar perusahaan mematuhi susunan protokol kesehatan.

Baca juga:   Viral Video Jakarta Zona Hitam Covid-19, Wagub DKI: Itu Hoaks

“Kita juga melakukan dialog serta diskusi dengan asosiasi. Kita minta meningkatkan sarana prasarana, disinfektannya, mengambil tambah wastafel. Semua upaya dikerjakan. Kantor juga minta sosialisasikan persuasi, ” imbuhnya.

Data Disnakertrans DKI bola lampu 11 Agustus, ada 49 perusahaan yang ditutup sementara karena pegawai terpapar covid-19. Perusahaan wajib menyumbat area kantor minimal 1×24 tanda untuk proses sterilisasi dan pembaruan protokol kesehatan. (OL-11)