FENOMENA urban farming atau berkebun di ruang terpatok menjadi semakin meningkat akibat adanya wabah covid-19 yang membatasi mobilitas masyarakat. Urban farming juga seakan menjadi pelipur lara warga Ibu Kota yang tidak dapat berlibur ke luar kota dan memanjakan mata.

Namun, urban farming kini dibuat dan diubah fungsinya menjadi latar belakang yang kekinian hanya untuk memoles feed instagram. Sehingga, tujuan pati dari berkebun ala urban farming hilang.

Baca juga:   Pusri Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman Jelang Musim Tanam

Co-Founder Parak Kumara, Siti Soraya Cassandra, mengungkapkan kesadaraan berkebun seharusnya menjadi suatu norma hidup dan bukan untuk tren semata.

“Urban farming ini juga dimanfaatkan hanya untuk tampil cantik foto-foto dan lainnya sehingga tujuan utamanya hilang. Buat aku berkebun itu bukan lagi menjadi tren tapi menjadi norma, ” sebutan Sandra saat dialog santai di dalam program Nunggu Sunset bertajuk Muda, Keren, dan Bertani yang diadakan Media Indonesia, Kamis (24/9).  

Menurut Sandra, ketika seseorang sudah membuktikan untuk berkebun dan merasakan prosesnya maka makna dari berkebun tersebut sendiri akan terasa.

“Aku harap bila benar-benar berkebun dan memaknai prosesnya sangat optimistis orang-orang akan balik berpihak pada produk lokal dan petani, ” jelasnya.  

Pada kesempatan itu, Sandra juga mengungkapkan, kala seseorang memutuskan untuk berkebun ataupun bertani di alam luas perlu memahami juga konsep adil, sustainable, dan menjunjung prinsip-prinsip holistik. Sehingga, sambung Sandra, kelak bisa menjelma seorang petani yang tidak memiliki pola pikir serakah yang nantinya justru bisa berdampak buruk bagi pertanian Indonesia.

“Prinsip holistik sangat penting, misalnya semua orang ingin bertani dan punya pemikiran kapitalis atau mengedepankan keuntungan, maka alam tentu saja akan hancur. Perlunya mengalami alam seperti masyarakat adat dengan mengetahui pohon mana saja yang tidak boleh ditebang agar tak terjadi erosi atau bisa menimbulkan bencana kedepannya, ” jelasnya.

Menurut tempat, diperlukan juga pelajaran yang menonjolkan keseimbangan alam dengan manusia agar manusia tidak serakah yang bisa menimbulkan bencana dikemudian hari.

“Nilai-nilai dasar pertanian juga harus diajarkan pada anak-anak sejak dini yang benar harus diajarkan bagaimana mengelola tanah menanam sayuran pokoknya prinsip dasar bertahan hidup, ” pungkasnya.

(OL-6)