PEMERINTAH telah menunjuk 5 juru bicara (jubir) vaksinasi covid-19 di tingkat pusat dari 4 instansi leading sektor pengadaan vaksin maupun pelaksanaan vaksinasi covid-19.

Lima jubir dari satgas penanganan covid-19 yaitu pertama dari Satuan Tugas Pengerjaan Covid-19, Wiku Adisasmito yang ialah Ketua Tim Pakar Satuan Suruhan Penanganan Covid-19.

“Wiku akan menyampaikan aspek ilmiah terkait vaksin dan korelasinya dengan pengendalian covid. Wiku akan menyampaikan pesan menyeluruh secara ijmal atau umbrellla message vaksin serta vaksinasi covid-19 di Indonesia, ” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate masa konferensi pers virtual kedatangan vaksin, Senin (1/12).

Kedua, yakni juru cakap dari Satuan Tugas Penanganan Covid, Reisa Broto Asmoro yang juga merupakan duta adaptasi kebiasaan segar. Nantinya, secara berkala Reisa akan menyampaikan informasi terkait perilaku hidup sehat yang berbasis pencegahan termasuk imunisasi dan vaksinasi.

Baca pula: Polri: Kawula Rizieq Todongkan Senpi dan Sajam ke Anggota Polisi

Selain itu, juru bicara dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi juga ditunjuk oleh pemerintah menjadi juru bicara vaksinasi.

“Nadia yang juga menjabat sebagai Eksekutif Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes. Nantinya akan memberikan terkait kebijakan program, hubungan vaksin covid-19, ” ujar Jhonny.

Keempat yakni juru bicara dari Badan Penilik Obat dan Makanan (BPOM) Lucia Rizka Andalusia yang akan menyampaikan tanggapan isu perizinan, keamanan, keistimewaan dan mutu vaksin.

Terakhir, yakni ahli bicara dari PT Biofarma, Jelas Heriyanto. Nantinya secara berkala hendak menerangkan sisi logistik dan pembagian vaksin yang merata ke segenap Indonesia.

“Selain itu Bapak Bambang bakal memberikan tanggapan jenis produk dan distribusi vaksin, ” ucapnya.

Jhonny melahirkan penunjukan leading sector dengan lingkup spesifik masing-masing juru bicara, ditujukan agar diseminasi informasi dan komunikasi publik dapat dilakukan lebih secara akurat, cermat dan cepat tanggap.

“Dengan demikian laporan vaksin dan vaksinasi yang hadir di masyarakat merefleksikan dinamika aktual di lapangan, ” pungkasnya. (OL-4)