PASCABANJIR bandang di Kabupaten Luwu Memajukan, Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin (13/7) lalu akibat luapan tirta daei sungai, Kementerian Pekerjaan Ijmal dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang membangun tanggul.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah menginstruksikan agar lumpur ramal yang dibersihkan dari permukiman dimasukkan ke geobag untuk dimanfaatkan menjadi tanggul sementara di bantaran tiga sungai (Rongkong, Radda dan Masamba) agar tidak terjadi luapan material dari sungai-sungai tersebut.

Baca pula:   Kepulauan Bangka Belitung Rawan Dijadikan Pintu Masuk Narkoba

“Untuk penanganan permanen nantinya dilakukan normalisasi sungai dengan pengerukan, perbaikan tali air sungai dan pembuatan tanggul kali dengan struktur permanen, ” sirih Basuki dalam website resmi PUPR, Jakarta, Selasa (8/9).

Sejak masa paham darurat, Kementerian PUPR masih mengoperasikan 30 unit eskavator, 4 unit dozer, 29 unit Dump Truck, dan 22 unit pompa minuman alkon ke enam kecamatan terdampak yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Malangke Barat, dan Malangke mengikuti di Desa Radda yang kondisinya paling parah akibat banjir bandang

Besar Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Adenan Rasyid mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengerjakan tanggul sementara pada Sungai Masamba sepanjang 3. 350 meter, Sungai Radda (anak Sungai Masamba) sepanjang 2. 000 meter, Sungai Rongkong sepanjang 1. 218 meter, dan pembangunan intake dan jaringan air baku Maipi.

“Saat ini progres pekerjaan pembangunan tanggul sementara sudah mencapai 64, 83 %, ” ungkap Adenan.

Pekerjaan tanggul sementara dalam Sungai Radda mencakup pembuatan geotextile/tanggul di kiri maupun kanan, & Rip-Rap aliran sungai telah dimulai sejak 30 Juli 2020. Terekam hingga 5 September 2020 pekerjaan tersebut sudah tertangani sepanjang satu. 021 meter.

Untuk di Sungai Masamba, pekerjaan tanggul sementara dan pembuatan geotextile pada kiri (1. 800 m) dan kanan (1. 550 m) aliran sungai sudah terpasang seluruhnya sepanjang 3. 335 meter. Sebanyak 6 unit excavator, satu unit bulldozer, 5 unit dump truck untuk penggalian sedimen dalam Sungai Masamba.

Untuk pekerjaan tanggul tengah di Sungai Rongkong dan pengerjaan Geotextile/tanggul pada kiri (168 m) dan kanan (1. 050 m) aliran sungai telah dilaksanakan sepanjang 1. 435 meter dari dasar 1. 218 meter. Total sebanyak 8 unit excavator dan 3 unit bulldozer dikerahkan untuk penggalian sedimen Sungai Rongkong, dan dua unit excavator untuk pemasangan geotextile. (OL-6)