PENERAPAN aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro pada Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng) dilanjutkan hingga 8 Maret. Hal itu dilakukan karena PPKM Mikro dinilai lulus efektif untuk menekan peristiwa covid-19. Selain itu Pemkab juga terus melakukan test, tracing dan treatment (3T).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga Hanung Wikantono mengutarakan bahwa PPKM di Purbalingga diperpanjang hingga 8 Maret mendatang. “PPKM dilanjutkan buat menekan kasus covid-19. Sejauh ini, PPKM mikro cukup efektif untuk mengendalikan peristiwa, sehingga kemudian diperpanjang. Penilikan dilaksanakan hingga tingkat RT/RW, ” jelas Hanung Selasa (2/3).

Dijelaskan Hanung, hingga awal Maret, kasus covid-19 di Purbalingga tercatat sebanyak 5. 101 kasus, 4. 698 di antaranya sudah sembuh. Pasien yang meninggal sebanyak 213 pasien namun 160 orang menjalani isolasi mandiri dan 30 karakter lainnya menjalani perawatan. “Kami masih terus melakukan 3T untuk menekan kasus covid-19, ” katanya.

Selain itu, lanjut Hanung, pihaknya selalu meneruskan vaksinasi untuk bujang publik. Jumlah vaksin pada tahap kedua di Purbalingga sebanyak 8 ribu jumlah vaksin yang nantinya dikasih kepada 4 ribu bahan. (OL-15)