PEMERINTAH Provinsi Sumatera Mengetengahkan sedang berupaya menyelamatkan salah kepala situs legendaris, Benteng Putri Hijau dengan melakukan pembebasan lahan jadi langkah awal. Setelah pengadaan tanah selesai, maka selanjutnya akan dikerjakan penataan kawasan situs.

Pembebasan lahan serta penataan kawasan situs yang berada di Desa Deli Tua, Kecamatan Namorambe, Deliserdang, itu dilakukan sampai akhir tahun ini. Situs Benteng Putri Hijau merupakan peninggalan Kerajaan Aru yang berkuasa di Pantai Sumatera Timur abad ke-13.

“Untuk proses substitusi rugi lahan, kami akan mendaftarkan semua aturan yang berlaku. Saya tidak mau nanti ada perkara di belakang hari. Persoalan logistik lahan ini sangat sensitif, bisa muncul masalah hukum, ” kata Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Sabtu (30/5).

Dan setelah dibebaskan, lanjutnya, Pemprov Sumut akan segera mematoknya sebagai kawasan cagar budaya jadi tidak menjadi masalah lagi pada kemudian hari. Dia juga menyungguhkan bahwa dalam kegiatan penataan belakang pihaknya akan melibatkan berbagai stakeholder terkait seperti arkeolog dan ahli tarikh.

Dalam penataan itu juga Pemprov Sumut akan tetap mempertahankan kealamian daerah dengan mempertimbangkan perawatan yang lebih mudah serta membangun lokasi pengucilan dan pengelolaan sampah.

Terpisah, Kepala Biro Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Sombong Telaumbanua mengatakan pihaknya sudah melangsungkan kajian hukum terkait legalitas tanah situs tersebut. Secara teknis dia uraikan, setelah dilakukan penyusunan dokumen perencanaan maka pihaknya akan cepat melakukan rezonasi atas lahan/lokasi buat kegiatan pengadaan lahan/tanah situs Penahan Putri Hijau.

“Kami akan menentukan kembali mana lahan yang masuk pada zonasi situs dan mana yang masuk dalam zonasi penunjang pariwisatanya. Setelah itu akan kami untuk penetapan SK Bupati Deliserdang dengan baru, ” terangnya. (R-1)