PENGKRITIK ekonomi dari Institut Bisnis serta Ekonomi Nitro Makassar, Rosnaini Daga menilai RUU Cipta Kerja mendesak untuk segera disahkan demi menyelamatkan pengangguran dan korban PHK dalam masa pandemi covid-19.

Rosnaini mengatakan RUU Cipta Kerja dapat mendorong terbukanya lapangan kerja sebanyak-banyaknya.

“RUU Cipta Kerja untuk kondisi hari ini di masa pandemi ini mendesak untuk disahkan. Kenapa? Supaya bisa menelungkupkan lapangan kerja bagi masyarakat atau bagi orang-orang yang sudah di-PHK, ” kata Rosnaini dalam permufakatan virtual bertema ‘Urgensi Penciptaan Lapangan Kerja Pasca Pandemi ’, Jumat (26/6).

Rosnaini menjelaskan pada masa pandemi terjadi penambahan angka pengangguran dan kemiskinan dengan signifikan. Menurutnya, dengan adanya pandemi Covid-19 tidak dapat pungkiri bahwa perekonomian Indonesia saat ini medium berada dalam kondisi yang bisa dikatakan  ‘sangat tidak stabil’  makin terus menurun selama pandemi.

“Tingkat pengangguran terbuka (TPT) diperkirakan sebesar tujuh, 33% dan kemiskinan 9, 88%. Bahkan terburuknya pada perhitungan benar berat, TPT bisa mencapai 9, 02% dan kemiskinan bisa tembus dua digit menjadi 10, 98%, ” jelas Direktur Pasca Sarjana Institut Bisnis & Keuangan Nitro Makassar itu.

“Penciptaan lapangan kerja di Sulawesi Selatan sangat penting makin selama masa pandemi pengangguran dan angka kemiskinan semakin meningkat, ” jelasnya.

“Di Sulsel saat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala  Besar), banyak asosiasi yang tidak mau tinggal di rumah. Bahkan ada masyarakat yang mengatakan lebih baik mati sebab korona daripada mati kelaparan dalam rumah. Karena kondisinya seperti itu. Karena memang penciptaan lapangan kerja itu sangat penting, ” tambahan Rosnaini.  

Rosnaini juga menjelaskan kalau meningkatnya angka pengangguran dan kekurangan juga berimplikasi pada peningkatan angka kriminalitas. Oleh karenanya menciptakan lapangan kerja menjadi penting dan mendesak agar angka kriminalitas tidak mengikuti meningkat.

“Kenapa? Karena kalau kita tak menciptakan lapangan kerja, orang benar bisa berurusan dengan kriminalisasi. Orang kalau mau makan apapun hendak dia lakukan bahkan untuk peristiwa yang tidak masuk akal dia akan lakukan yang penting dia bisa makan, ” tuturnya.

“Kita mampu lihat di media, di zaman pandemi ini kriminalitas meningkat. Bukan hanya angka pengangguran dan kemiskinan yang meningkat. Tapi angka pidana juga meningkat, ” jelas Rosnaini.

Terkait adanya polemik yang ditimbulkan sebab RUU Cipta Kerja ini Rosnaini berpendapat bahwa hal tersebut sangatlah wajar. Menurutnya, suatu produk di setiap produk undang-undang yang dikeluarkan tak bisa menyenangkan semua pihak serta tidak semua pihak mau terima.

Ia juga  mendorong pemerintah untuk mengakhiri polemik ini dengan mengedepankan diskusi dengan pihak-pihak terkait.

“Yang saya terang setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah itu pasti tidak semua karakter bisa menerima. Pasti ada sekadar kontroversi pro dan kontra. Tak mungkin menyenangkan semua pihak. Untuk saya semuanya bisa didiskusikan. RUU Cipta Kerja ini pasti tersedia kelebihan dan kekurangan dan itu bisa diselesaikan, ” ujar Rosnaini. (RO/OL-09)