YAYASAN Kitong Bisa bersama Kementerian BUMN kembali menggelar Webinar BUMN Seri Ke-4 dengan mengusung inti “Solusi Efektif Pendidikan Nasional Masa Pandemi Covid-19”, pada Selasa (6/10).

Program tersebut menghadirkan pembicara inti, Mendikbud Nadiem Makarim, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Staf khusus kepala Billy Mambrasar, Wakil Ketua Premi X DPRI RI Hetifah Sjaifudian, Senior Officer Dana Kemitraan PT. Freeport Indonesia Lita Karubaba, serta CEO & Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia Doseba T. Sinay.

“Pendidikan harus tetap berjalan karena situasi tersebut menjadi kunci pembangunan, dengan mencakup kecerdasan dan pembangunan kepribadian. Maka dari itu, perlu pindah mindset baru tata kelola madrasah, ubah orientasi kerja generasi muda dan ubah cara dan budaya kerja masyarakat dengan cara dengan luar biasa, ” ujar Membalas.

Membalas Pranowo telah membuka 7 sekolah di Jawa Tengah yang dijadikan uji coba secara bertahap secara melakukan pembelajaran tanpa sekat dengan menanamkan protokol kesehatan yang teliti. Hal tersebut menjadi strategi kreatif dan kebijakan terobosan untuk penyungguhan anak usia sekolah dapat mengenyam pendidikan yang efektif.

“Karena hasil penelaahan tanpa sekat hasilnya cukup jalan, maka saya melanjutkan simulasi tatap muka pada Oktober mendatang, secara jumlah yang mengikuti simulasi menelaah tatap muka juga akan ditambah melalui pertimbangan status zonasi, ” ungkapnya.

Dari hasil cukup baik itu, melahirkan hasil kajian dan kajian yang menyatakan bahwa presentase dasar siswa terhadap proses pembelajaran tatap muka terhadap keefektifan pembelajaran sebesar 70, 5%, pengalaman belajar perdana sebesar 98, 8%, siswa dalam keadaan sehat sebesar 95, 0% serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan tubuh sebesar 95%.

“Permasalahan yang terjadi sekarang bukan hanya menjadi wadah pertimbangan habis-habisan, tetapi juga harus membangun solusi. Manusia memiliki sifat bertahan hidup dalam keadaan apapun, tentu didalamnya pasti ada sifat tentu dan keinginan untuk terus membangun kembali sektor yang telah anjlok karena pandemi, ” tambah Ganjar.

Baca juga:   UI Kembali jadi Universitas Terbaik Dunia

Pekerja Khusus Presiden sekaligus Duta SDGs Billy Mambrasar mengungkapkan, Ganjar ialah pemimpin ideal yang dapat menjadi magnet seluruh kalangan masyarakat buat terus berpikir solutif dan transformatif. Billy menambahkan, meskipun uji jika pembelajaran tanpa sekat banyak protes dari masyarakat dengan segala kehinaan hatinya, Ganjar dapat membuktikan bahwa setiap masalah memiliki kebijakan solusi yang efektif.

“Pak Ganjar merupakan majikan hebat. Saya pernah menghadiri acara di Semarang dan juga turut menghadiri Pak Ganjar, pesertanya sebanyak 1. 500 milenial dan segenap membawa produk UMKM masing-masing, ” ucap Billy menyapa Ganjar.

Pemuda asli Papua yang tengah studi di Universitas Harvard ini mengemukakan pendapatnya mengenai pendidikan di Indonesia dengan telah mengalami perkembangan pesat. Selain itu, Indonesia juga mengalami bonus demografik penduduk usia produktif yang mayoritas berasal dari milenial.

Perkembangan signifikan ini meliputi Human Development Index (HDI) Indonesia, ukuran ekonomi, level penetrasi internet tertinggi hingga tercepat di dunia dan bonus demografi.

Di upaya mendorong Indonesia menjadi negeri maju, masyarakat harus fokus dalam pragmatisme untuk berkolaborasi membentuk inovasi. Beberapa hal tersebut diantaranya pokok pada ke usia kerja agar bisa tersera ke dunia kerja, agar tidak terjadi penumpukan pengangguran.

“Covid-19 memang membuat kendala yang sepadan di semua negara yaitu bagian pendidikan. Melihat hal ini Presiden Jokowi mengatakan pembangunan SDM dengan kerja keras, dinamis, dan piawai, serta meguasai pengetahuan teknologi mau menjadi fokus prioritas bagi negara kita, ” pungkas Billy. (OL-7)