PARA-PARA petani yang tergabung dalam gabungan tani tadah hujan di daerah Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur lega secara keberhasilan panen padi, Sabtu (15/5).

Adalah 3 kelompok tani yang tersebar di dua desa di Kecamatan Tanjung Bunga, yaitu kelompok Tani Peduli di Desa Latonliwo Satu dan dua kelompok tani dalam Desa Aransina, yaitu Kelompok Tani Bela Bukit dan Kelompok Tani Besama, saat ini sedang menikmati panen padi tadah hujan. Tumbuhan padi mereka di tengah keterbatasan air, dan adanya serangan kuman tikus tidak menyurutkan semangat kegiatan para petani tersebut.  

“Syukur pak, masih bisa panen tahun tersebut di tengah wabah korona tersebut. Memang hasil kali ini bertambah menurun dibandingkan tahun lalu, tapi kami cukup lega masih mampu memetik hasil untuk kebutuhan bertabur kami. Selain untuk makan, buatan padi ini kami jual buat biaya hidup. Luas lahan yang siap panen sekitar 10 hektare merupakan lahan tadah hujan. Pengairan mengandalkan sumur resapan dari abu. Saat ini kami harus berjuang bertambah keras, karena adanya hama tikus dan terbatasnya air. Jika tarikh lalu bisa menghasilkan 3 ton per hektar maka kali itu menurun hanya 1 hingga dua ton per hektar. Tapi disyukuri saja pak masih bisa panen, ” kata Albert Belaja, spetani di Desa Latinliwo Satu, Sabtu (16/5).

Petani lainnya dari Desa Aransina, Bernadus Nebon Soge mengaku senang karena masih bisa memanem pari di tengah keterbatasan.  

membaca juga:   Harga Pangan pada Karawang Jelang Lebaran masih Normal

“Kami disini sedang panen pak. Lagi memetik hasil. Lumayan bisa panen padi dan jagung. Tanah kami lahan tadah hujan. Irigas belum ada. Kami hanya menyandarkan sumur resapan dari air abu yang sangat sedikit, tetapi syukur kami masih bisa panen, walaupu hasil saat ini menurun dipadankan tahun lalu. Luas lahan panen seluas 5 hektare, dengan luas lahan padi 2, 5 hektare dan luas lahan jagung dua, 5 hektare. Hasil panen saya sekitar 3, 6 ton bohlam hektare. Syukur saat korona tersebut, pangan kami masih bisa aman baik, setidaknya masih bisa memnuhi kebutuhan makan kami, ” kata Bernadus.

Sementara itu, penyuluh pertanian Kampung Aransina, Yusuf Lelu Tanggurami membenarkan bahwa saat ini kelompok tani di sejumlah wilayah sedang melakukan panen padi kendati produksinya melandai. (OL-3)