KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Riau sudah menerima salinan penetapan pengumpulan suara ulang (PSU) di Indragiri Hulu dan Rpkan Hulu. Di Indragiri Hulu, PSU akan dilakukan apada 20 April sedangkan dalam Rokan Hulu pada 21 April.

“Dalam pertemuan serupa disampaikan argumentasi bahwa melaksanakan hari PSU sebelum pertarakan atau lebih cepat daripada yang direncanakan, tidak terkejar, ” kata anggota KPU Riau Nugroho Noto Susanto di Pekanbaru, Rabu (31/12).

Ia menjelaskan, KPU di Rokan Hulu memerlukan zaman untuk persiapan PSU dalam 25 TPS. Sedangkan Indragiri Hulu hanya 1 TPS. Diantaranya perlu pencermatan keterangan pemilih baik DPT, DPPH, maupun DPTB. Selain itu juga perlu dilakukan sosialisasi, bimbingan teknis adhoc, pengadaan dan distribusi logistik, dan koordinasi para pihak.

“Sepanjang, masih dalam batas masa yang telah diberikan oleh Mahkamah Konstitusi, maka vonis KPU Rokan Hulu itu tidak menjadi persoalan, ” tukas Nugroho.

Sesuai vonis MK, PSU paling laun dilaksanakan 30 hari di dalam 25 TPS di negeri perkebunan sawit PT Torganda Desa Tambusai Utara, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. KPU juga tidak akan mengganti penyelenggara pemilihan di 25 TPS Desa Tambusai Utara dengan jumlah suara pemilih sebesar 3. 580 orang ataupun melebihi selisih hasil Pilkada Rokan Hulu yang hanya sebanyak 2. 148 perkataan.

“Yang oleh MK dibatalkan penetapannya, dan memerintahkan buat PSU di 25 TPS. Kasus Rohul (Rokan Hulu), majelis memandang adanya mobilisasi oleh perusahaan. Bukan oleh penyelenggara pemilu, ” jelas Nugroho.

Nugroho mengungkapkan, ada sebanyak 3. 580 pemilih di 25 TPS yang PSU di Rokan Desa. Ribuan pemilih itu berisi dari pemilih laki-laki sebesar 1. 876 orang, & pemilih perempuan 1. 704 orang. Adapun pemilih sempurna terdapat di TPS 9, sebanyak 431 pemilih, serta paling sedikit di TPS 34, sebanyak 49 pemilih.

Nugroho menambahkan, berdasarkan perolehan suara tiga pasangan bahan di Pilkada Rokan Hulu, suara terbanyak pada petahana nomor urut 2 bagian Sukiman-Indra Gunawan dengan bayaran 92. 394 suara. Disusul pasangan nomor urut 3 Hafith Sukri-Erizal sebanyak 90. 246 suara, dan bagian nomor urut 1 Hamulian-Syahril Topan sebanyak 49. 155 suara. Sehingga hanya ada selisih sebanyak 2. 148 suara antara paslon petahana nomor urut 2 dengan nomor urut 3. (OL-15)