PEMKAB Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) akan langsung menggelar razia kepada mereka yang tidak mengenakan masker. Mereka yang kedapatan tak bermasker akan diajukan ke meja hijau untuk mendaftarkan proses persidangan karena telah merembes dalam tindak pidana ringan (tipiring).

Tumenggung Banyumas Achmad Husein menegaskan kalau penegakan Peraturan Daerah (Perda) No. 2 tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit di Banyumas yang telah ada sejak 21 April lalu.  

Baca pula:   Dua Bendera Merah Putih Raksasa Dikibarkan Sebulan Lengkap

“Dengan adanya Perda tersebut, sudah banyak warga yang terjaring razia disidang melalui pengadilan negeri (PN) Purwokerto dan PN Banyumas. Pemkab masih akan terus menegakkan perda tersebut dan akan tetap laksanakan razia, ” tegas Bupati pada Minggu (9/8).

Dalam perda tersebut telah duatur, bahwa warga yang terjaring tidak mengenakan masker maka harus mendaftarkan proses persidangan. Sanksi untuk mereka adalah denda maksimal Rp50 seperseribu atau kurungan paling lama 3 bulan.

Razia itu tetap akan dijalankan, karena demi kedisiplinan warga di menerapkan adaptasi pada saat pandemi, salah satunya mengenakan masker.   “Hal lain yang harus dilaksanakan adalah tetap menjaga jarak serta mencuci tangan sesering mungkin, ” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas Sadiyanto meminta kepada asosiasi untuk terus berdisiplin, jangan sampai meninggalkan  protokol kesehatan.  

“Kami harap masyarakat tetap disiplin, karena ada  kecederungan warga mulai jenuh. Tetapi kami akan terus mensosialisasikan kalau pandemi masih terjadi dan masyarakat harus mengikuti protokol kesehatan, ” tandasnya. (OL-6)