TOTAL sebanyak 3. 103 restoran, rumah makan, mematok kafe tercatat melanggar susunan protokol kesehatan (prokes) pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga periode PSBB transisi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), serta PPKM Mikro selama pagebluk covid-19.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ataupun yang akrab disapa Ariza dalam keterangan videonya.

Bermacam-macam pelanggaran dilakukan dari mulai melanggar batas jam operasional. Selama masa PSBB pertukaran dan PPKM mikro jam operasional restoran adalah memukul 21. 00 WIB.

Selain itu, politikus Partai Gerindra itu mengemukakan alasan yang lain pelanggaran terjadi karena tidak mematuhi aturan protokol kesehatan seperti kapasitas pengunjung diatas batas maksimum 50%.

Membaca juga: Pemprov DKI Telusuri Dugaan Penyalahgunaan Vaksin di Tanah Abang

“Ada 3. 103 kafe melanggar semasa pandemi. Mereka melanggar sebab satu ya, melebihi tanda operasional, dia tidak melangsungkan prokes, Tidak jaga langkah, tidak menggunakan masker, daya melebihi dari yang diperbolehkan, ” ungkapnya.

Untuk yang kerap melanggar batas jam operasional, Ariza menjelaskan manajer mengakali aparat dengan cara tutup pada pukul 21. 00 WIB dan bekerja kembali pukul 22. 00 WIB atau setelahnya.

“Atau parkir jauh. suasana di luar sepi seperti tutup. Seolah ada kesepakatan dengan para pengunjung. Karena tersebut kami dengan Satpol PP juga melakukan pengawasan di setiap hari pagi sampai malam, ” tegasnya.

Namun begitu, ia menyampaikan betapapun banyaknya jumlah aparat yang mengawasi tetap tidak akan cukup. Maka itu masyarakat mampu menjadi mata dan telinga Pemprov DKI dengan melaporkan restoran atau tempat cara yang melanggar prokes.

“Kalau melihat pelanggaran semoga mampu melaporkan, ” tukasnya. (OL-2)