STAF Khusus Menteri Awak Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menegaskan, Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama hanya untuk penduduk lanjut leler (lansia) dan pegawai umum yang terdata di DKI Jakarta.  

“Ini untuk meluruskan bahwa sentra vaksinasi yang dilakukan oleh Kementerian BUMN bersama BUMN-BUMN ialah untuk pelayan publik serta suntuk yang terdata pada DKI Jakarta, ” ujarnya di Jakarta, Rabu (10/3).

Pernyataan tersebut sekaligus menepis kabar yang menyebutkan Sentra Vaksinasi Covid-19 di Istora Gelora Bung Karno (GBK) terbuka untuk umum. Arya bilang, hal itu merupakan berita bohong alias hoaks.

“Jadi ini adalah hoaks yang tersebar dan menetapkan diluruskan supaya jangan datang ada yang mencoba memproduksi cara-cara yang tidak benar dan membuat upaya vaksinasi kita menjadi berantakan, ” tegasnya.

Menurut Arya, penyaluran kabar bohong itu merupakan langkah yang tidak elok dan dilakukan oleh pihak tertentu untuk mengganggu upaya pemerintah.

Baca juga:   Vaksinasi Gratis Bagi Pekerja Wisata & Lansia

Sebelumnya beredar kabar hoaks yang menyebutkan sentra vaksinasi bersama Kementerian BUMN dan BUMN di Istora GBK Senayan terbuka buat semua pemilik KTP termasuk masyarakat yang memiliki KTP nonJakarta.

Dalam kabar hoaks itu disebutkan pula adanya kuota vaksinasi hanya untuk 5. 000 orang bohlam hari, kemudian mereka dengan tidak memiliki KTP nonDKI Jakarta juga bisa tepat mendapatkan vaksinasi tanpa perlu melakukan pendaftaran terlebih awal.

Adapun total penduduk lansia dan pegawai publik yang berhasil divaksin hari tersebut sebanyak 6. 620 karakter. Dalam prosesnya, terdapat kurang peserta vaksinasi yang urung divaksin lantaran masalah kesehatan.

Namun angka itu merupakan rekor vaksinasi terbanyak dengan dilakukan Sentra Vaksinasi BUMN di Istora GBK. Capaian tersebut berhasil karena cara dan kerja keras dibanding tenaga kesehatan dari Pertamedika Indonesia Healthcare Coorporation (IHC) yang merupakan holding rumah sakit BUMN. (OL-7)