UPAYA pengembangan vaksin covid-19 di Nusantara terus dilakukan. Berdasarkan laporan final dari Satgas Penanganan Covid-19, tes klinis tahap ketiga berjalan secara lancar

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan dari Kementerian Kesehatan Vensya Sitohang mengungkapkan, dari 1. 620 relawan yang mengikuti uji coba vaksin, tidak ada yang mengalami buntut samping signifikan.

Saat ini, sambil menunggui vaksin covid-19 betul-betul sempurna & bisa disuntikkan kepada masyarakat, negeri menyusun peta jalan vaksinasi.

Kebijakan tersebut diperlukan untuk memperlancar pelaksanaan vaksinasi dan memantau perkembangan pascavaksinasi dalam lapangan.

“Dalam pemetaan itu, tengah ditata perencanaan vaksin yang baik. Logistiknya dari mana, timnya pelaksananya sapa, sasarannya berapa. Semua itu kudu disiapkan dengan baik, ” perkataan Vensya melalui keterangan resmi, Jumat (2/10).

Baca juga:   Cegah Covid-19, Jaga Imunitas Tubuh dengan Olahraga & Asupan Gizi

Meniti peta jalan itu, pemerintah mau melakukan upaya eradikasi atau pemberantasan terhadap covid-19 seperti halnya pemberantasan terhadap penyakit berbahaya akibat virus-virus lain yang kini sudah dianggap berhasil.

Vensya memberi contoh polio. Di 2006, pemerintah sukses melakukan eradikasi penyakit tersebut.

“Pemerintah sudah banyak meredam kematian yang disebabkan penyakit itu melalui kegiatan vaksinasi secara kekar yang dilakukan dengan intensif melibatkan pemerintah daerah, ” ucapnya.

Kendati sudah dianggap berhasil, vaksinasi polio sampai saat ini masih terus dilakukan demi mencegah terjadinya penularan dalam masyarakat.

“Tentunya kita tahu untuk eradikasi memerlukan upaya terlebih dahulu mereduksi baru ke tahap eliminasi. Sebab karena itu, upaya pengembangan vaksin dan vaksinasi tidak pernah mundur, ” tandas Vensya. (OL-7)