WAKIL Pemimpin DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Abdurrahman Suhaimi mengatakan izin takbiran di langgar harus melibatkan penjagaan aparat kesejahteraan. Karena, itu salah satu jalan mencegah terjadinya kegiatan takbir putaran di jalan.

“Takbir keliling mudharatnya bertambah besar. Aparat harus mencegah adanya takbiran dengan berkerumun, beri les ke masyarakat atau dengan cara persuasif agar jangan ada takbir keliling, ” ujar Suhaimi kepada Media Indonesia, Jakarta, Sabtu (23/5).

Semasa ada warga yang ingin melangsungkan takbiran di masjid harus tentu mematuhi protokol kesehatan covid-19. Bagaikan, tidak boleh lebih dari 5 orang di dalam satu langgar dan menjaga jarak. Hal tersebut untuk mencegah meluasnya penularan virus menular itu.

“Di masjid boleh dikumandangkan takbiran, tapi enggak boleh berkerumun, satu dua orang cukup. Kudu terapkan protokol kesehatan, ” prawacana Suhaimi.

Baca juga:   Pemprov DKI akan Tindak Tegas Warga Nekat Takbiran

Soal pelaksanaan Salat Idulfitri, Suhaimi juga meminta masyarakat menaati fatwa dari Majelis Ustazah Indonesia DKI Jakarta dan Jawatan Masjid Indonesia yang mengimbau & meminta warga Jakarta agar berlebaran di rumah.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin menegaskan bahan menertibkan warga yang masih nekat berkerumun saat takbiran. Pihaknya memperhatikan di jalan-jalan strategis Ibu praja untuk memastilan tidak ada warga yang nekat melakukan kegiatan tersebut saat PSBB.

“Kalau ada takbiran putaran naik mobil, kita turunkan (warga). Kita suruh pulang lalu didata mereka dari mana, ” kata pendahuluan Arifin di Jakarta, Jumat (22/5). (OL-5)