SUKSES mulia diraih para petani pada Kota Sukabumi, Jawa Barat. Kebutuhan pangan di Sukabumi dipastikan terpenuhi menyusul dilakukannya panen raya, Rabu (10/3), yang dilakukan di letak IPDMIP, tepatnya wilayah Balairung Penyuluhan Pertanian (BPP) Lembursitu, di Poktan Harum II dan Tani Sentosa, Kelurahan Situmekar dan  Lembursitu, Kecamatan Lembursitu.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengutarakan, panen yang didapat petani ini sangat dibutuhkan.

“Dalam pandemi Covid-19, produksi pertanian harus terus berlangsung. Karena pertanian harus memenuhi keinginan pangan bagi seluruh asosiasi Indonesia, ” katanya.

Besar Badan Penyuluhan dan Perluasan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan pengetaman raya ini tidak rontok dari peran penyuluh.

“Penyuluh adalah garda terdepan da; am pertanian. Sehingga instruktur harus erus berada di lapangan mendampingi petani agar pertanian bisa terus berlangsung, ” kata Dedi dalam keterangan tertulis, Kamis (11/3).

Ditambahkan Dedi, produksi pertanian sendiri akan semakin suntuk dengan dukungan program IPDMIP atau  Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program.  

Panen raya di Sukabumi dilakukan Wali Kota Achmad Fahmi, bersama Kadis DKP3 (  Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian Dan Perikanan) Kota. Panen dilakukan pada lahan seluas 25 hektare (ha), varietas Ciherang, provitas 68 kw/ha. Hasil panen tepat dibeli oleh kelompok Asosiasi Semar yang berperan sebagai mitra dalam pembelian taris. Di tingkat petani, nilai gabah Rp3. 800/kg GKP.  

Panen juga didampingi Koordinator PP BPP Lembursitu Tika Hartini dan PP Kelurahan Situmekar Dwi Djoko Nugroho serta Kelurahan Lembursitu Elis Muslihah.  

Rahasia pertaniannya adalah PPPK (  Pegawai Pemerintah dengan Konvensi Kerja) yang pada kamar Februari baru menerima SK P3K dari Pemda Praja Sukabumi. (RO/OL-09))