Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern memerintahkan militer untuk memperhatikan perbatasan Selandia Baru hari ini setelah muncul kasus baru akibat covid-19 di negara tersebut.

Pada Selasa, Selandia Baru kehilangan status selamat covid-19 ketika dua orang perempuan yang baru tiba dari Inggris diizinkan keluar dari karantina bertambah awal. Keduanya dinyatakan positif terkena virus covid-19.

Ardern mengatakan orang yang terinfeksi seharusnya tidak diizinkan berangkat. “Ini merupakan kegagalan sistem dengan tidak dapat diterima, ” logat Ardern.

Lalu Ardern menunjuk Asisten Kepala Pertahanan Digby Webb untuk mengawasi semua karantina dan bertanggung pikiran atas fasilitas isolasi, termasuk cara keluarnya orang dari fasilitas itu.

Menangkap juga: Trump Teken Perintah Manajer untuk Kurangi Kekerasan Polisi

Webb, katanya, bisa meminta akses ke pemasokan militer, baik keahlian operasionalnya maupun personel untuk menjalankan fasilitas karantina jika diperlukan.

Dia menambahkan bahwa audit akan dilakukan untuk memastikan seluruh proses yang ada diikuti serta setiap perubahan yang diperlukan bisa dilakukan untuk lebih memperkuat wahana perbatasan.

“Saya tidak bisa membiarkan pertambahan yang kita buat terbuang serampangan oleh proses yang tidak diikuti, ” kata Ardern.

Selandia Baru telah menyuarakan pencapaiannya pekan lalu. Negeri tersebut menjadi salah satu negara pertama di dunia yang jadi menghilangkan pandemi covid-19 dan kembali ke keadaan normal sebelum pandemi.

Negara tersebut pekan lalu mencabut langkah-langkah jaga jarak sosial di dalam negeri, sambil mempertahankan pembatasan perbatasan yang kuat. (France24/Malay Mail/OL-14)