PANDEMI Covid-19 membuat berbagai bidang di dunia usaha terkena dampak. Namun, ada pula bidang usaha yang justru mengalami lonjakan saat wabah virus asal Wuhan, Tiongkok itu merajalela.    

Usaha wedang rempah misalnya. Minuman herbal tersebut, saat ini banyak ditemui di cafe atau tempat-tempat minum sederhana di berbagai kota. Minuman khas tradisional ini banyak  penggemarnya, terutama di masa pandemi covid-19.

Booming wedang rempah merupakan peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Bahkan, banyak pedagang rempah yang berjualan di pasar tradisional beralih usaha baru dengan membuat bahan wedang rempah.

Salah satunya Mbah Ponimin, warga Dukuh Platen, Desa Sawahan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Ia memulai usaha minuman khas tradisional (wedang rempah) ini pada awal mewabahnya covid-19.

“Saya beralih menekuni pembuatan wedang rempah itu dilatarbelakangi keprihatinan adanya pandemi covid-19. Minuman khas tradisional ini memiliki khasiat untuk menambah imun tubuh,” kata Ponimin, Sabtu (19/12).

Wedang rempah produksi Mbah Ponomin, salah satunya Wedang Rempah C-19. Komposisi wedang rempah ini terdiri dari gula batu asli, serai merah, cengkeh, secang serut, kapulaga, daun cengkeh, jahe, dan daun mint.

Menurutnya, bahan wedang rempah masih didatangkan dari berbagai daerah antara lain Wonogiri dan Pacitan karena di Klaten belum ada. Karena
itu, ke depan di desanya akan didirikan Kampung Rempah.

Selain Wedang Rempah C-19, Mbah Ponimin juga memproduksi Wedang  Purwoceng untuk menambah stamina pria, Wedang Rempah Daun Kelor penurun
tensi dan stroke, dan Wedang Rempah Sari Rapet untuk perempuan.

Usaha wedang rempah Mbah Ponomin melibatkan 15 orang tenaga kerja. Dengan harga terjangkau, Rp35 ribu per 10 sachet, permintaan akan wedang rempah produksi Mbah Ponimin cukup menggiurkan. Hasil penjualan lewat daring sekitar Rp10 juta per bulan dengan permintaan pasar dari Sumatera, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Soloraya.

Produk UD Sumber Barokah Wedang Rempah C-19 Desa Sawahan, Kecamatan Juwiring, Klaten, telah mendapat PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) Dinas Kesehatan Klaten. Usaha ini juga mendapat pembinaan dari Puskesmas Juwiring. (R-1)