Bulan suci Bulan berkat menjadi momentum untuk melakukan hal-hal baik di tepi ibadah wajib. Kebaikan itu tentu lebih afdal jika tidak sebatas ke sesama manusia, tapi juga dunia sekitar.  

Seiring secara perubahan untuk pergerakan santun lingkungan dapat dimulai lantaran melakukan perubahan kecil secara konsisten untuk ikut pungut bagian dalam melestarikan dunia selama Ramadan berlangsung, hingga menjadi kebiasaan atau perangai hidup yang ramah dunia. Melalui perubahan ini, mau lahir manfaat yang gede untuk alam.  

Dalan acara virtual Green Ramadhan yang diusung oleh The Body Shop, Ratu Ommaya, PR dan Community Manager The Body Shop Nusantara mengungkapkan, melalui tantangan 30 hari, pihaknya bisa mengundang untuk memulai ibadah dengan tidak hanya bermakna untuk diri sendiri dan sesama, melainkan juga untuk kelestarian alam yang dimulai dari melakukan perubahan kecil buat alam.

“Pada bulan Ramadan, kita sering jajan takjil dan makanan lainnya. Ternyata hal ini membuat pengembangan sampah selama Ramdan pas tinggi. Jadi akhirnya kita mengusung tema Green Ramadhan, mengajak orang di kira-kira kita untuk Reconnect dan Refresh. Reconnect dengan beribadah kepada Tuhan dan penuh bersedekah. Selain itu, pula terkoneksi dengan Tuhan, sesama, dan alam. Karena tiga hal ini terhubung utama sama lain, ” ujarnya ke Media Indonesia dengan virtual, Senin (19/4).

Watak yang diusung dalam aksi kepedulian akan alam itu melahirkan Green Challenge Ramadhan. Tantangan itu mengajak untuk melakukan aktivitas ramah dunia dalam waktu 30 hari. Pertimbangannya, setelah lewat 30 hari, rutinitas itu bakal menjelma gaya hidup.  

“Ada 30 hari inspirasi aktivitas. Harapannya, setelah itu, mulai dari hal kecil di rumah dan menjelma habit ramah lingkungan ke depannya. ” (M-2)